KOTA KUPANG, beberfakta.web.id – Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Sosial menyatakan lahan pemakaman di TPU Liliba dipastikan akan penuh dalam waktu dekat. Masyarakat yang hendak memakamkan keluarga diarahkan menggunakan TPU Damai Fatukoa yang masih memiliki lahan seluas 9 hektare.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Don Bosco Toto Assan, menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan paguyuban pengelola TPU Liliba. Dari hasil koordinasi tersebut, diketahui lahan yang tersisa sangat terbatas dan sebagian sudah dikapling serta tidak diperuntukkan bagi umum.
“Untuk beberapa waktu ke depan TPU Liliba sudah penuh. Memang masih ada beberapa titik, tetapi sudah dikapling dan bukan untuk umum. Karena itu, diarahkan ke TPU Fatukoa yang lahannya masih luas,” jelasnya.
Ranndi Daud: Pikir Solusi Jangka Panjang
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kota Kupang Randi Daud menilai pemerintah perlu memikirkan solusi jangka panjang, termasuk membuka wacana penggunaan sistem kremasi.
“Kalau Fatukoa juga nanti penuh, mau kubur di mana lagi? Pertumbuhan penduduk terus meningkat. Pemerintah tidak bisa hanya sibuk mencari lahan baru, tetapi harus memikirkan alternatif lain,” ujar politisi Gerindra itu.
Meski demikian, Randi menyadari mayoritas masyarakat Kota Kupang beragama Kristen, Katolik, dan Islam yang memandang pemakaman sebagai hal sakral. Karena itu, wacana kremasi harus disosialisasikan secara matang.
Ia juga meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka perbandingan biaya antara pemakaman konvensional dan kremasi agar masyarakat memiliki gambaran yang jelas sebelum mengambil keputusan.
“Harus dipikirkan baik-baik dan disosialisasikan. Jangan sampai kebijakan dibuat tanpa kesiapan masyarakat. Kita harus memberi ruang dan harapan bagi generasi yang masih hidup,” tegasnya. (Gaf-BF/Vip)











