Tim Psikologi Undana Perkuat Program “Siber Sehat”

Siap Lawan Adiksi Digital di NTT

PARTISIPASI SIBER SEHAT UNDANA - Mahasiswa Prodi Psikologi Fakultas Kesehatan Masyarakat yang turut berpartisipasi dalam Kampanye Siber Sehat . (Foto:Tim Humas dan SMC [Tri, Aisah, Fandi dan Nur] / Olahgrafis: Vico Patty-BF)

NTT mulai darurat adiksi digital! 📱😱 Tim Psikologi Undana kini turun langsung memburu akar kecanduan gadget yang diam-diam memicu stres, depresi, hingga krisis sosial di kalangan generasi muda.

BEBER FAKTA – Program ini resmi meluncur di arena Car Free Day (CFD) Jalan El Tari Kupang, Sabtu (9/5/2026), sebagai langkah serius menekan dampak adiksi digital dan gangguan kesehatan mental di era serba online. 🔥

Tim Psikologi Terpadu Undana kini tergabung dalam Satgas Siber Sehat untuk menghadirkan solusi ilmiah sekaligus pendampingan nyata bagi masyarakat yang mulai terdampak kecanduan teknologi.

🧠 Psikolog Undana Bongkar Bahaya Adiksi Digital

Pengurus Layanan Psikologi Terpadu Undana, Rizky Pradita Manafe, M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa penggunaan teknologi tanpa kontrol bisa memicu masalah serius dalam kehidupan sosial maupun mental seseorang.

Menurutnya, digitalisasi memang mempermudah aktivitas sehari-hari. Namun, jika masyarakat kehilangan kendali, teknologi justru bisa memicu depresi, kecemasan, hingga perilaku sosial menyimpang. ⚠️

Rizky Pradita Manafe, M.Psi. – “Ilmu psikologi hadir untuk menjelaskan akar adiksi sehingga kami bisa merancang program yang tepat, baik secara preventif maupun rehabilitatif”

 

🚨 Undana Jalankan 3 Jurus Lawan Kecanduan Gadget

Untuk menghadapi fenomena ini, Tim Psikologi Undana langsung menyiapkan tiga strategi utama yang menyasar masyarakat dan mahasiswa.

📌 1. Pencegahan Sejak Dini

Tim Psikologi mengembangkan alat ukur khusus untuk mendeteksi gejala adiksi digital lebih awal. Dengan cara ini, masyarakat bisa mengenali tanda-tanda ketergantungan teknologi sebelum semakin parah.

📚 2. Edukasi dan Literasi Digital

Selain itu, Undana juga gencar mengampanyekan literasi digital, parenting di era siber, hingga edukasi soal dampak negatif penggunaan gadget berlebihan.

Program ini menyasar mahasiswa, orang tua, hingga masyarakat umum agar lebih bijak menggunakan teknologi. 💡

🫂 3. Konseling dan Rehabilitasi

Tidak berhenti di edukasi, Undana juga membuka layanan konseling profesional bagi individu yang mengalami gangguan akibat media digital.

Pendampingan tersebut dilakukan melalui Layanan Psikologi Terpadu Undana sebagai bagian dari proses pemulihan mental.

🎓 Bakal Ada “Duta Bijak Digital” di Kampus

Menariknya, program Siber Sehat juga mulai masuk ke lingkungan internal kampus Undana.

Dita mengusulkan pembentukan “Duta Bijak Digital” di kalangan mahasiswa. Nantinya, mereka akan menjadi agen edukasi sebaya atau peer educator untuk mengajak mahasiswa menggunakan teknologi secara sehat dan produktif. 👏


Denger Musik Asyiiik Sambil Baca Berita di Tiktok @beber_fakta


Selain itu, Undana juga mulai mendorong pengurangan ketergantungan gadget saat perkuliahan berlangsung.

Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Rektor Undana yang mewajibkan mahasiswa belajar mandiri di perpustakaan minimal delapan jam per minggu guna memperkuat budaya literasi konvensional.

🌐 Teknologi Itu Alat, Bukan Tujuan Hidup

Di akhir kegiatan, Dita mengingatkan generasi muda agar tidak menjadikan dunia digital sebagai pusat kehidupan sosial mereka.

“Kita membutuhkan digitalisasi, namun bukan berarti menggampangkan segala hal dengannya. Gunakan potensi diri untuk berkembang karena sejatinya teknologi hanyalah sarana, bukan tujuan akhir kehidupan sosial kita,” pungkasnya. 🔥

Melalui kolaborasi ini, Undana dan Pemprov NTT ingin membangun ekosistem digital yang lebih sehat, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. (Sumber: Humas Undana – FnT / Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *