Website & Medsos Jadi Wajah Profesional Kampus

FH Undana Gaspol Digital, Gelar Workshop Pengelolaan Situs Web dan Media Sosial!

Karikatur & Olahgrafis cover: Vico Patty-BF

Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana (FH Undana) mulai tancap gas memperkuat citra digital kampus. Lewat workshop pengelolaan situs web dan media sosial, FH Undana ingin menghadirkan informasi yang lebih cepat, transparan, profesional, dan dekat dengan mahasiswa maupun publik luas.

BEBER FAKTA– Kegiatan yang berlangsung di Ruang Vicon Gedung A FH Undana, Senin (18/5/2026), itu menjadi langkah serius fakultas dalam membangun identitas akademik modern di era digital. Tidak hanya fokus pada tampilan, FH Undana juga ingin memastikan seluruh konten yang dipublikasikan memiliki nilai strategis dan berdampak nyata.

🚀 FH Undana Mulai Benahi Wajah Digital Kampus

Fakultas Hukum Undana kini tidak mau sekadar hadir di internet. Karena itu, fakultas mulai mengoptimalkan tata kelola website dan media sosial agar lebih profesional serta mudah diakses masyarakat.

Melalui workshop tersebut, FH Undana menargetkan platform digital kampus mampu menjadi pusat informasi yang aktif, edukatif, dan representatif bagi lebih dari 2.000 mahasiswa.

BACA JUGA: Bye Surat Kertas! Undana Gas Digitalisasi Lewat SIMANTAP Versi Baru

Dekan FH Undana, Dr. Simplexius Asa, S.H., M.H., menegaskan bahwa pengelolaan media digital kampus harus berjalan secara profesional dan terukur.

Dr. Simplexius – “Kita harus mengenalkan seluruh fasilitas dan fitur yang ada di situs web. Fokus kita adalah mengidentifikasi potensi yang belum digunakan secara maksimal agar fungsinya bisa optimal dalam mendukung layanan informasi fakultas”

Selain itu, ia menyoroti pentingnya manajemen media yang berkelanjutan. Karena itu, FH Undana menyiapkan pola kerja yang lebih sistematis agar seluruh informasi publik dapat tersampaikan dengan baik.

💻 Lima Pilar Utama Pengelolaan Media Digital

Dalam workshop tersebut, pihak fakultas menekankan lima aspek penting yang wajib diterapkan dalam pengelolaan media institusi.

Kelima aspek itu meliputi:

  • Perencanaan konten
  • Pemanfaatan platform digital
  • Pemantauan informasi
  • Evaluasi berkala
  • Tindak lanjut berkelanjutan

Menurut Dr. Simplexius, tanpa pengelolaan yang terstruktur, website kampus hanya akan menjadi arsip digital tanpa dampak nyata.

Karena itu, FH Undana ingin membangun sistem media yang hidup, aktif, dan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi.

Selain memperkuat transparansi, optimalisasi media digital juga diharapkan mampu meningkatkan branding akademik fakultas di tingkat regional maupun nasional.

📱 Konten Kampus Tak Bisa Lagi Sekadar Formalitas

Subkoordinator Humas Undana, Ollien Manggol, S.KM., MPA., CRA., yang hadir sebagai narasumber eksternal, menegaskan bahwa kualitas konten kini menjadi faktor paling penting dalam komunikasi publik kampus.

Menurutnya, publik saat ini tidak lagi tertarik pada unggahan yang sekadar formalitas administratif. Sebaliknya, masyarakat lebih menyukai konten yang punya dampak nyata dan nilai cerita yang kuat.

Ollien Manggol – “Penulisan berita harus fokus pada nilai yang dibagikan, terutama terkait dampak kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat (PKM) bagi khalayak sasaran. Konten harus menonjolkan ciri khas unik fakultas”

Ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan media digital membutuhkan strategi yang matang. Sebab, kesalahan publikasi bisa berdampak langsung pada citra institusi.

Karena itu, Ollien meminta setiap pengelola media memahami manajemen risiko, alur koordinasi, serta strategi konten yang jelas sebelum mempublikasikan informasi ke publik.

Selain informatif, konten kampus juga harus relevan dengan kebutuhan generasi muda yang aktif di media sosial.

🎯 Mahasiswa Kini Diajak Jadi Kontributor Berita Kampus

FH Undana tidak ingin media kampus hanya dikelola segelintir orang. Karena itu, mahasiswa kini diberi ruang lebih luas untuk ikut terlibat sebagai kontributor informasi kampus.

Pengelola media FH Undana, Julio Allen Constantin, menilai integrasi website dan media sosial menjadi langkah paling efektif untuk menjangkau mahasiswa secara cepat.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan media kampus harus mengedepankan empat prinsip utama.

Empat prinsip tersebut yakni:

  • Konsistensi publikasi
  • Ketepatan informasi
  • Kerapian desain
  • Identitas visual yang kuat

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berperan sebagai kontributor berita kampus. Media sosial bukan sekadar sarana publikasi, tetapi wajah profesionalitas FH Undana di mata publik,” jelas Julio.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa akan membuat konten kampus terasa lebih hidup, relevan, dan dekat dengan realitas dunia akademik sehari-hari.

Selain itu, pola komunikasi dua arah juga diyakini mampu meningkatkan interaksi positif antara kampus dan mahasiswa.

🌐 Siap Jadi Fakultas Percontohan di Undana

FH Undana kini menargetkan diri menjadi pilot project pengelolaan media digital di lingkungan Universitas Nusa Cendana.

Karena itu, Humas Undana menyatakan siap memberikan pendampingan berkelanjutan agar proses transformasi digital di fakultas berjalan konsisten.

Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas kebutuhan publik terhadap akses informasi kampus yang cepat, akurat, dan mudah dijangkau.

Tidak hanya itu, optimalisasi website dan media sosial juga diharapkan mampu memperkuat posisi FH Undana sebagai institusi pendidikan hukum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

Dengan strategi baru tersebut, FH Undana ingin menunjukkan bahwa kampus hukum tidak hanya kuat di ruang akademik, tetapi juga modern dalam membangun komunikasi publik digital. (Sumber: Humas Undana – Audc / Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *