KOTA KUPANG, beberfakta.web.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang mendesak Pemerintah Kota Kupang untuk menanggalkan ego dan segera menyelesaikan konflik internal Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang yang hingga kini belum menemui titik terang.
Nonton Video Beber Fakta di Tiktok: https://www.tiktok.com/@beber_fakta
Desakan ini disampaikan menyusul belum optimalnya pelayanan kemanusiaan PMI akibat dualisme kepengurusan. DPRD menilai, konflik tersebut tidak boleh terus dibiarkan karena berdampak langsung pada layanan kemanusiaan bagi masyarakat.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kupang, Tellendmark Daud, menegaskan seluruh pihak yang bertikai, termasuk Pemerintah Kota Kupang, harus duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kami berharap semua pihak bisa menghentikan ego! Selesaikan masalah ini secara baik demi kepentingan kemanusiaan,” ujar Tellendmark kepada wartawan.
Dana Hibah Belum Dicairkan
Ia menegaskan, kepengurusan PMI Kota Kupang versi Erwin Gah telah diakui secara resmi oleh PMI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) maupun PMI Pusat. Kepengurusan ini juga telah menjalankan pelayanan kemanusiaan selama kurang lebih dua tahun tanpa menggunakan dana hibah dari Pemerintah Kota Kupang, meski anggarannya tersedia dalam APBD.
Baca: “Pengelola Parkir Lama Banyak Tersingkir”
Namun hingga kini, Pemerintah Kota Kupang belum mencairkan dana hibah tersebut dengan alasan adanya dualisme kepengurusan PMI di tingkat kota.
“Padahal DPRD sudah mengakui kepengurusan PMI versi Erwin Gah sebagai kepengurusan yang sah. Hal ini juga telah ditegaskan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD,” jelasnya.
Tellendmark menambahkan, untuk tahun anggaran 2026, DPRD bersama Pemerintah Kota Kupang kembali menyepakati dan menganggarkan dana hibah PMI lebih dari Rp. 900 juta. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah berperan aktif memediasi konflik yang ada.
“Pelayanan kemanusiaan tidak boleh menjadi korban konflik. Bila perlu, kedua kepengurusan dikolaborasikan demi pelayanan yang maksimal, apalagi saat ini bencana terjadi di banyak daerah,” pungkasnya. (Gaf-BF/Vip)











