Si Kecil Telat Bicara, Kapan Orang Tua Harus Waspada?

Foto: Ilustrasi
Kata sederhana seperti “mama” atau “mau” bisa menjadi momen yang dinanti orang tua. Namun, ketika kata-kata itu tak kunjung muncul, pertanyaan mulai datang: kapan keterlambatan bicara perlu diperiksa?

SETIAP anak memiliki perjalanan tumbuh kembang yang berbeda. Meski begitu, orang tua tetap perlu mengenali tanda-tanda ketika kemampuan bicara si kecil mulai tertinggal.

Saat Kata Pertama Tak Kunjung Datang

Pada usia 13-18 bulan, anak umumnya mulai menggunakan kata sederhana. Contohnya, “mama” atau “mau”.

Di usia tersebut, anak juga mulai memahami instruksi dasar. Kemudian, memasuki usia 19-24 bulan, kosakatanya biasanya semakin bertambah.

Anak mulai mampu menggabungkan dua kata. Misalnya, “mau susu” atau “ambil bola”.

Perkembangan itu bukan hanya soal jumlah kata. Anak juga perlu menunjukkan kemampuan memahami bahasa dan menggunakan kata sesuai konteks sehari-hari.

Jangan Hanya Menunggu Anak Berbicara

Kekhawatiran orang tua sering muncul ketika kemampuan bicara anak terlihat berbeda. Namun, sebagian keluarga memilih menunggu karena berharap kondisi tersebut membaik sendiri.

Dokter Spesialis Anak Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Herlina, Sp.A, mengingatkan pentingnya evaluasi lebih awal.

“Speech delay perlu dievaluasi untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan stimulasi atau intervensi yang sesuai. Semakin dini dikenali, semakin tepat dukungan yang dapat diberikan,” jelas dr. Herlina dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

Karena itu, keterlambatan bicara tidak cukup dilihat dari kemampuan anak mengucapkan kata. Orang tua juga perlu memperhatikan perilaku komunikasi lainnya.

Ketika Ada Tanda yang Mengiringi

Keterlambatan bicara dapat dipengaruhi berbagai faktor. Gangguan pendengaran hingga masalah komunikasi termasuk kondisi yang perlu diperhatikan.

Kewaspadaan semakin penting jika anak enggan merespons ketika dipanggil. Kurangnya minat untuk berinteraksi juga menjadi tanda yang perlu diperhatikan.

Konsultan Tumbuh Kembang Anak dari Mayapada Hospital Bandung, Dr. dr. Rodman Tarigan Girsang, Sp.A(K), M.Kes, menekankan hal tersebut.

“Orang tua perlu memperhatikan bila speech delay disertai tanda lain, seperti anak tidak merespons ketika dipanggil, kesulitan memahami instruksi sederhana, atau kurang menunjukkan minat untuk berinteraksi.”

Menurut Rodman, kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya keterlambatan pada aspek perkembangan lainnya. Karena itu, anak perlu mendapat evaluasi untuk menentukan stimulasi atau intervensi yang sesuai.

Setiap Anak Membutuhkan Penanganan Berbeda

Tidak semua keterlambatan bicara memiliki penyebab yang sama. Karena itu, penanganannya juga tidak bisa disamaratakan.

Rodman menjelaskan, penanganan speech delay perlu menyesuaikan penyebab serta aspek perkembangan yang terdampak.

Evaluasi tumbuh kembang secara menyeluruh diperlukan untuk memetakan kebutuhan anak. Proses tersebut dapat mencakup stimulasi bahasa dan komunikasi hingga terapi lanjutan bila diperlukan.

Dukungan untuk Tumbuh Kembang Anak

Untuk mendukung evaluasi dan penanganan tersebut, Mayapada Hospital menghadirkan Pediatric Center.

Layanan ini didukung dokter spesialis dan subspesialis anak. Fokusnya mencakup berbagai kondisi kesehatan anak, termasuk kebutuhan tumbuh kembang dan neurobehavior.

Di Mayapada Hospital Bandung, Pediatric Center diperkuat 11 dokter spesialis dan subspesialis anak. Fasilitas tersebut juga dilengkapi Pediatric Ward sebagai layanan rawat inap anak dalam satu lantai.

Rumah sakit itu juga menyediakan Pediatric Emergency selama 24 jam. Fasilitas tersebut dilengkapi teknologi vein finder untuk membantu proses infus dan pengambilan sampel darah.

Bukan Sekadar Menunggu Anak Bisa Bicara

Kebutuhan tumbuh kembang anak juga mendapat dukungan melalui Klinik Tumbuh Kembang & Neurobehavior.

Layanan tersebut menyediakan Terapi Wicara, Terapi Okupasi, dan Terapi Sensori Integrasi. Ada pula Fisioterapi Anak, Psikotes, Tes Minat & Bakat, serta Tes Kesiapan Sekolah.

Selain itu, tersedia konseling pola asuh dan keluarga. Layanan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kebutuhan tumbuh kembang anak.

Sementara itu, Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyediakan Pediatric Emergency 24 jam. Dokter spesialis anak juga siaga di lokasi untuk memberikan evaluasi dan penanganan saat kondisi kegawatdaruratan.

Pada akhirnya, keterlambatan bicara bukan sekadar soal kapan seorang anak mengucapkan kata pertamanya. Yang tak kalah penting adalah memahami tanda-tandanya, mencari penyebabnya, dan memastikan si kecil mendapat dukungan sesuai kebutuhannya.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *