Bangun tidur, ke toilet, lalu langsung minum kopi mungkin terasa seperti rutinitas biasa. Namun, beberapa kebiasaan pagi justru disebut dapat memberi tekanan tambahan pada ginjal.
GINJAL bekerja sepanjang waktu untuk menyaring darah, membuang cairan, dan mengeluarkan limbah dari tubuh. Karena itu, kebiasaan kecil setelah bangun tidur ikut menjadi perhatian dalam menjaga fungsi ginjal.
🚽 Menahan Buang Air Kecil Bukan Kebiasaan Sepele
Setelah tidur semalaman, kandung kemih biasanya terisi urine. Kondisi itu kemudian memicu keinginan untuk buang air kecil ketika seseorang bangun.
Namun, sebagian orang memilih menundanya karena terburu-buru memulai aktivitas. Kebiasaan tersebut disebut dapat memberikan tekanan pada kandung kemih dan ginjal.
Menahan urine terlalu lama juga dapat melemahkan otot kandung kemih. Selain itu, kebiasaan tersebut meningkatkan risiko infeksi dan berpotensi menyebabkan kerusakan jaringan ginjal.
Ahli urologi di India, Dr Venkatsubramaniam, mengingatkan agar kebiasaan tersebut tidak dilakukan terus-menerus.
“Jangan pernah menahan buang air kecil terlalu lama di pagi hari, dan jangan lakukan hal tersebut sepanjang hari,” kata Dr Venkatsubramaniam, dikutip dari Times of India, Selasa (25/8/2026).
Pesan itu sederhana. Ketika tubuh sudah memberi sinyal ingin buang air kecil, jangan membiasakan diri mengabaikannya.
💧 Segelas Air Bisa Mengawali Hari
Selain ke toilet, tubuh juga membutuhkan cairan setelah melewati malam tanpa asupan minuman.
Ginjal membutuhkan cairan yang cukup untuk membantu proses pembuangan limbah. Karena itu, tidak minum air pada pagi hari disebut dapat membuat fungsi tersebut kurang optimal.
Dr Venkatsubramaniam menyarankan air putih menjadi pilihan pertama setelah bangun tidur.
“Awali hari dengan setidaknya segelas air putih daripada memilih kopi atau teh,” ujar Dr Venkatsubramaniam.
Menurut dia, menjaga tubuh tetap terhidrasi pada pagi hari juga membantu memulai metabolisme dan mendukung pencernaan.
Asupan air juga disebut dapat membantu menjaga energi sepanjang hari. Selain itu, minum setelah bangun tidur dapat membantu menjaga kejernihan pikiran dan mengurangi rasa lelah.
💊 Obat Nyeri Saat Perut Kosong Juga Perlu Diperhatikan
Sakit kepala atau nyeri tubuh pada pagi hari terkadang membuat seseorang langsung mengonsumsi obat pereda nyeri.
Ibuprofen dan aspirin termasuk obat yang kerap digunakan untuk mengatasi keluhan tersebut. Namun, penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID disebut dapat mengurangi aliran darah menuju ginjal.
Jika digunakan berulang kali, kondisi tersebut dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan ginjal.
Risiko itu juga menjadi perhatian ketika obat dikonsumsi tanpa makanan. Dr Venkatsubramaniam mengingatkan penggunaan obat pereda nyeri harus dilakukan secara bijak.
“Obat pereda nyeri dapat membahayakan ginjal jika tidak digunakan secara bijak, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong,” katanya.
Ia menambahkan, mengonsumsi obat pereda nyeri tanpa makanan dapat memberikan tekanan tambahan pada ginjal.
🍳 Sarapan Bukan Sekadar Mengganjal Perut
Kesibukan pagi juga membuat sebagian orang memilih melewatkan sarapan. Ada pula yang sengaja tidak makan karena sedang berusaha menurunkan berat badan.
Namun, tidak makan dalam waktu lama disebut dapat menyebabkan kadar gula darah tidak seimbang. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan produksi asam dalam tubuh.
Ginjal kemudian harus membantu menjaga keseimbangan kimiawi sekaligus membuang zat sisa dari tubuh. Beban kerja ginjal pun disebut dapat bertambah.
Ada persoalan lain ketika seseorang melewatkan sarapan. Kebiasaan itu dapat membuat seseorang lebih mudah memilih camilan tinggi garam.
“Dengan melewatkan sarapan, seseorang cenderung mengonsumsi camilan tinggi garam yang memiliki kandungan natrium sangat tinggi,” ungkap Dr Venkatsubramaniam.
Karena itu, sarapan seimbang memberikan nutrisi penting untuk menjaga energi. Asupan tersebut juga mendukung proses metabolisme yang berkaitan dengan kesehatan ginjal.
🌅 Rutinitas Pagi yang Perlu Lebih Diperhatikan
Empat kebiasaan tersebut sering terlihat sederhana. Namun, semuanya berkaitan dengan cara tubuh memenuhi kebutuhan dasar setelah melewati waktu tidur.
Mulai dari tidak menahan buang air kecil, mencukupi kebutuhan air, menggunakan obat pereda nyeri secara bijak, hingga tidak melewatkan sarapan sehat.
Bagi mereka yang terbiasa terburu-buru pada pagi hari, perubahan kecil bisa dimulai dari rutinitas paling sederhana. Dengarkan sinyal tubuh dan perhatikan kembali kebiasaan yang dilakukan setiap hari.(*/Red.01-BF)











