Nikmat sesaat bisa menjadi jebakan bagi orang yang sedang diet. Segelas matcha latte ternyata dapat menyimpan kalori hingga setara dua gorengan.
BEBER FAKTA—Matcha belakangan semakin populer sebagai pilihan minuman, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani program diet. Namun, tidak semua olahan matcha memiliki kandungan kalori yang rendah.
🍵 Matcha Murni Justru Relatif Rendah Kalori
Bagi pencinta matcha, kabar baiknya datang dari spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK. Ia menjelaskan, matcha murni tetap aman dikonsumsi saat menjalani diet. Kandungan kalorinya juga relatif kecil jika tidak mendapat tambahan bahan lain.
Menurut dr Yaze, satu porsi matcha murni hanya mengandung sekitar 40 kilokalori (kkal). Karena itu, matcha bukan otomatis menjadi penyebab kenaikan berat badan. Justru bahan tambahan dalam minuman yang perlu diperhatikan.
🥛 Bukan Matcha, Bahan Tambahan yang Jadi Masalah
Rasa creamy dan manis memang membuat matcha latte semakin nikmat. Namun, tambahan tersebut juga dapat meningkatkan jumlah kalorinya secara signifikan.
Dr Yaze menyebut gula, susu, hingga krimer sebagai bahan yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi olahan matcha.
“Boleh dong, tidak apa-apa dan aman. Sebenarnya yang bikin tidak aman itu gula berlebih atau susu yang terlalu banyak,” tutur dr Yaze.
Ia kemudian mengingatkan bahwa penggunaan krimer juga dapat membuat kandungan kalori semakin tinggi.
“Terus misalnya ada krimer lagi, itu yang jadi masalah. Tapi kalau cuma murni matcha, oke tidak ada masalah, boleh-boleh saja,” lanjutnya.
🍰 Segelas Matcha Latte Bisa Tembus 200 Kalori
Perbedaan kalori itu terlihat ketika matcha mendapat tambahan pemanis dan bahan lainnya. Dr Yaze menjelaskan, olahan matcha dengan susu, krimer, serta gula tambahan bisa mencapai sekitar 200 kkal.
Jumlah tersebut, kata dia, kurang lebih setara dengan mengonsumsi dua buah gorengan.
“Yang bikin besar itu tadi seperti misalnya ditambahin susu, creamer gula buatan, gula tambahan. Nah itu bisa sampai 200-an kkal, jadi kayak makan gorengan 2 buah,” tegasnya.
Bagi orang yang sedang mengatur asupan kalori, perbedaan tersebut tentu patut diperhitungkan.
Segelas minuman yang terlihat ringan bisa memiliki kalori jauh lebih tinggi setelah mendapat berbagai tambahan.
🌿 Matcha Punya Kandungan yang Menarik
Matcha sendiri berasal dari daun teh hijau atau Camellia sinensis yang digiling hingga menjadi bubuk halus.
Dikutip dari WebMD, tanaman tersebut ditanam di tempat teduh. Cara itu membantu meningkatkan kadar klorofil dan asam amino.
Berbeda dari teh yang hanya menggunakan hasil seduhan daun, matcha menggunakan seluruh bagian daun teh. Karena itu, matcha mengandung kafein, teanin, vitamin, dan serat.
Matcha juga mengandung antioksidan jenis katekin. Kandungan ini disebut membantu mencegah kerusakan sel dan mendukung pengontrolan berat badan.
Selain itu, katekin dalam matcha turut dikaitkan dengan pemeliharaan kesehatan jantung.
🧠 Manfaat Ada, Cara Konsumsi Tetap Penting
Matcha juga dapat memberikan dorongan sementara terhadap fungsi otak. Selain itu, konsumsi matcha dalam bentuk teh murni berkualitas tinggi dapat membantu menjaga kesehatan organ hati.
Namun, manfaat tersebut perlu dilihat bersama cara mengonsumsinya. Penambahan pemanis berlebih dapat mengubah profil kalori minuman tersebut.
Karena itu, bagi mereka yang sedang diet, pilihan matcha murni tanpa pemanis berlebih menjadi opsi yang lebih rendah kalori.
💚 Nikmati Matcha, Perhatikan Racikannya
Popularitas matcha tidak harus membuat orang yang sedang diet menjauhinya. Kuncinya justru terletak pada apa saja yang masuk ke dalam satu gelas minuman tersebut.
Matcha murni hanya sekitar 40 kkal. Sebaliknya, tambahan susu, krimer, dan gula dapat membuatnya mencapai sekitar 200 kkal.
Pada akhirnya, bukan sekadar rasa matcha yang perlu diperhatikan. Racikan di balik rasa manis dan creamy itulah yang menentukan seberapa besar kalorinya.(*/Red.01-BF)











