Pemerintah Kota Kupang mulai merumuskan arah pembangunan 2027 melalui Forum Konsultasi Publik RKPD. Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, mengajak seluruh pemangku kepentingan menyusun program yang realistis, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Sekda Tekankan Forum Bukan Sekadar Seremonial
BF/KOTA KUPANG — Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Kupang Tahun 2027. Kegiatan berlangsung di Hotel Aston Kupang, Kamis (5/3).
Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah. Pemerintah dan masyarakat berdiskusi secara terbuka.
Jeffry menegaskan forum tersebut bukan agenda seremonial. Ia menyebut kegiatan ini sebagai amanat undang-undang dalam proses perencanaan pembangunan.

“Hari ini kita berkumpul bukan sekadar agenda resmi. Kita memikirkan program pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Jeffry.
Selain itu, forum ini memperkuat kualitas pelayanan publik. Karena itu, pemerintah mendorong dialog aktif dari seluruh peserta.
Ruang Partisipasi Semua Pemangku Kepentingan
Menurut Jeffry, forum konsultasi publik membuka ruang partisipasi luas. Pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, dan organisasi masyarakat dapat menyampaikan pandangan.
Selain itu, komunitas, organisasi kepemudaan, serta kelompok masyarakat sipil juga dilibatkan.
Ia mengajak peserta menyampaikan gagasan dan kritik terhadap rancangan awal RKPD.
“Silakan berdialog dan mengkritisi rancangan yang ada. Dari sinilah kita menyelaraskan pikiran,” ujarnya.
Masukan dari forum ini akan memperkaya dokumen perencanaan. Selanjutnya, pemerintah membahasnya pada tingkat perangkat daerah dan Musrenbang Kota.
Fokus pada Program Realistis di Tengah Efisiensi Anggaran
Sekda juga mengingatkan peserta agar mengusulkan program yang realistis. Pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan efisiensi anggaran.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak menyusun program yang fokus dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Jangan membuat program terlalu besar tetapi sulit dibiayai. Program harus realistis dan terukur,” tegasnya.
Empat Prioritas Pembangunan Kota Kupang 2027
Pemerintah Kota Kupang menetapkan tema pembangunan 2027:
“Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia yang Sehat, Berkarakter, Inklusif dan Berkelanjutan.”
Tema ini menegaskan pembangunan manusia sebagai fokus utama.
Untuk mendukungnya, pemerintah menetapkan empat prioritas pembangunan:
- Peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia.
- Peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
- Peningkatan kualitas lingkungan perkotaan dan infrastruktur.
- Peningkatan tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik.
“SDM adalah fondasi pembangunan. Karena itu program harus mendorong peningkatan kualitas manusia Kota Kupang,” jelas Jeffry.
Bappeda Siapkan Terobosan Baru Musrenbang
Sementara itu, Plt. Sekretaris Bappeda Kota Kupang, Imelda Fonyke Nange, menjelaskan forum ini menjadi tahapan penting penyusunan dokumen perencanaan.
Forum tersebut mempertemukan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
Dengan demikian, pemerintah dapat membangun sinergi pembangunan yang efektif dan berkelanjutan.
“Forum ini memberi ruang bagi masyarakat menyampaikan aspirasi dan isu strategis pembangunan,” jelas Imelda.
Selain itu, Pemkot Kupang menghadirkan beberapa terobosan baru dalam Musrenbang tahun ini.
Pemerintah menyediakan pagu indikatif Rp500 juta untuk setiap kelurahan. Langkah ini bertujuan memperkuat pembangunan berbasis kebutuhan warga.
Di tingkat kecamatan, pemerintah juga menggelar pra-Musrenbang tematik stunting. Program ini mendukung percepatan penurunan stunting.
Forum Libatkan Berbagai Elemen Masyarakat
Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 diikuti berbagai elemen masyarakat. Peserta berasal dari perangkat daerah, staf ahli wali kota, dan asisten sekda.
Selain itu, kegiatan ini melibatkan pimpinan organisasi keagamaan, perguruan tinggi, serta LSM dan NGO.
Karang Taruna, kelompok difabel, Forum Anak Kota Kupang, hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat juga turut hadir.
Melalui forum ini, Pemerintah Kota Kupang berharap dokumen RKPD 2027 menjadi lebih responsif.
Selain itu, pemerintah ingin mendorong pembangunan kota yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. (Sumber: Siaran Pers Bag. Prokopim Setda Kota Kupang/Ansel Ladjar/Vip-BF)











