Produksi Blok Masela Ditargetkan Mulai 2029, Investasi Capai Rp342 Triliun

Bahlil Lahadalia-Menteri ESDM (Foto: Istimewa)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan proyek gas abadi Blok Masela mulai berproduksi pada 2029–2030. Proyek strategis nasional itu memiliki nilai investasi sekitar 21 miliar dolar AS setelah sempat tertunda selama 28 tahun.

BEBER FAKTA — Pemerintah memastikan proyek migas Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, memasuki tahap baru setelah dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking). Langkah tersebut menjadi awal pembangunan proyek yang telah melewati berbagai pemerintahan sejak 1998.

🚀 Target Produksi Dimulai 2029

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan Blok Masela telah menunggu realisasi selama 28 tahun dan melewati enam presiden sebelum akhirnya memasuki tahap pembangunan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kan sudah tahu bahwa Blok Masela ini sudah 28 tahun, dari tahun 1998 sudah ada dan itu sudah melewati enam Presiden. Berakhir di Presiden ke-8, Presiden Prabowo,” ujar Bahlil usai menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar di Makassar, Sabtu (18/7/2026).

⛽ Proyek Sempat Tertunda Bertahun-tahun

Bahlil menjelaskan proyek tersebut sebenarnya sempat direncanakan berjalan pada 2005 saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selanjutnya, pembahasan juga berlanjut pada era Presiden Joko Widodo.

Namun, proyek terus tertunda akibat perdebatan mengenai skema pengembangan, yaitu pembangunan fasilitas di laut (offshore) atau di darat (onshore).

💰 Nilai Investasi dan Potensi Produksi

Menurut Bahlil, penundaan tersebut sangat disayangkan karena proyek memiliki nilai investasi sekitar 21 miliar dolar AS.

Blok Masela diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 1.200 MMSCFD gas dan 35.000 barel minyak per hari. Produksi tersebut dinilai akan memberikan tambahan penerimaan bagi negara ketika proyek mulai beroperasi.

“Perdebatan itu tak kunjung selesai. Sementara ini investasi besar, 21 miliar dollar AS dan menghasilkan 1.200 MMSCFD gas serta 35.000 barel minyak per hari. Kalau ini terus menjadi perdebatan, kapan selesainya? Padahal dampaknya itu kita akan mendapatkan pendapatan negara ketika dia jalan,” kata Bahlil.

🏗️ Presiden Prabowo Minta Segera Dieksekusi

Bahlil mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kementerian ESDM untuk segera menyelesaikan berbagai hambatan proyek.

Ia menyebut proses penyelesaian berbagai kendala berhasil dilakukan dalam waktu sekitar satu tahun hingga proyek memasuki tahap groundbreaking.

“Atas arahan Bapak Presiden Prabowo memerintahkan kepada saya untuk segera mengeksekusi. Dan alhamdulillah, satu tahun saya meng-clearance dan kemudian sudah kemarin groundbreaking,” ujarnya.

📈 Produksi Diharapkan Berjalan Akhir Dekade

Setelah groundbreaking, tahapan konstruksi proyek mulai berjalan sesuai rencana.

Bahlil optimistis Blok Masela dapat mulai berproduksi pada 2029 hingga 2030 dan menjadi salah satu proyek energi terbesar di Indonesia.

“Dengan ground breaking itu maka tahapan umumnya sudah mulai jalan. Dan diperkirakan selesai, Insya Allah 2029–2030 sudah mulai produksi. Dan itu besar, investasinya besar banget ya,” pungkasnya.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *