Isu PHK besar-besaran di Tokopedia langsung memantik perhatian pemerintah. Said Iqbal pun bergerak cepat dan memastikan fakta di balik kabar tersebut akan diusut langsung.
BEBER FAKTA – Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dikabarkan menghantam hingga 90 persen karyawan Tokopedia kini menjadi sorotan. Menanggapi kabar itu, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, memastikan pemerintah tidak akan gegabah mengambil kesimpulan.
🔍 Said Iqbal Pilih Cek Fakta Langsung
Said mengaku sedang menjadwalkan pertemuan dengan pekerja maupun manajemen perusahaan. Menurutnya, pemerintah harus mendengar seluruh pihak sebelum mengambil langkah.
“Kita tidak boleh hanya mendengar dari satu sisi. Pemerintah harus mendapatkan gambaran yang utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi.”
Selain itu, ia menegaskan proses pengecekan akan dilakukan bersama Kementerian Ketenagakerjaan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.
⚖️ Kalau Ada Pelanggaran, Pemerintah Siap Bertindak
Said menilai persoalan ketenagakerjaan di industri digital berbeda dengan sektor manufaktur. Karena itu, pemerintah akan lebih dulu mengumpulkan fakta sebelum mengambil keputusan.
“Kalau ada pelanggaran terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan, tentu harus diluruskan. Negara hadir untuk memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi.”
Sebelumnya, TikTok Indonesia mengakui tengah melakukan penyesuaian organisasi. Namun, perusahaan belum mengungkap jumlah karyawan maupun divisi yang terdampak.
🤝 Dialog Jadi Jalan Keluar
Di sisi lain, Said mengingatkan bahwa kondisi bisnis perusahaan juga harus dipertimbangkan. Jika penyebabnya berasal dari tekanan pasar, pemerintah akan mempertemukan perusahaan dan pekerja untuk mencari solusi terbaik.
“Kita akan duduk bersama untuk mencari solusi terbaik yang tetap melindungi pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan usaha.”
Ia bahkan mengungkap pendekatan serupa sebelumnya berhasil menyelamatkan sekitar 4.000 pekerja dari ancaman PHK.(*/Red.01-BF)











