“PD Pasar mulai mengoperasikan Pasar Alak mulai Senin, 10 November 2025. Sedangkan untuk pengresmiannya secara resmi oleh Walikota Kupang, masih kami persiapkan waktunya”.
Maxi Nomleni
Ketua SPI PD. Pasar Kota Kupang
KUPANG, beberfakta.web.id – Berita gembira untuk warga Kecamatan Alak dan sekitarnya, Senin 10 November 2025, Perusahaan Daerah Pasar Kota Kupang, mulai mengoperasikan Pasar Alak, yang telah dibangun sejak tahun 2018 silam.
“Ya, kami akan mengoperasikan Pasar Alak, mulai hari Senin tanggal 10 November. Sedangkan untuk pengresmiannya nanti akan dilakukan langsung oleh Walikota Kupang. Tanggal dan waktunya sedang kami atur,” jelas Maxi Nomleni, Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Kupang.

Maxi menjelaskan, Pasar Alak telah dibangun pada tahun 2018 silam, tetapi baru sekarang bisa dioperasikan. “Pasar Alak kami kebut pengoperasiannya atas dorongan dari Bapak Walikota Kupang, dr. Christian Widodo, ini bentuk perhatian beliau terhadap pemenuhan kebutuhan fasilitas, sarana dan prasarana untuk masyarakat,” jelas Maxi Nomleni.
Dalam penjelasannya Maxi Nomleni mengatakan, Pasar Alak akan dioperasikan dengan 86 pedagang dengan berbagai jenis dagangan.
“Untuk operasi awal ini ada 86 pedagang yang mengisi lapak parmanen dan lapak mandiri yang ada di Pasar Alak. Mereka terdiri dari pedagang sayur, sembako, pedagang ikan, bumbu, ayam, telur dan lainnya,” jelas Maxi.
Ia juga menjelaskan, sejak awal pendataan pedagang, dirinya sudah berpesan agar para pedagang jangan menjual komoditas yang sama. Hal tersebut dimaksudkan agar nantinya pembeli mempunyai banyak pilihan saat berbelanja.
“Sejak awal pendataan kami mengarahkan agar para pedangan antara lapak yang satu dengan lapak lainnya sebaiknya menjual komoditas yang berbeda. Sehingga pembeli bisa mendapatkan segala kebutuhannya di Pasar alak, dengan begitu warga sekitar tidak lagi perlu pergi ke pasar lain yang lokasinya jauh,” tambah Maxi.
Maxi memaparkan di dalam los pasar parmanen yang sudah disiapkan oleh pemerintah berjumlah 48 lapak atau meja, -lapak parmanenn yang sudah disiapkan berjumlah empat puluh delapan meja atau lapak, sedangkan sisanya didirikan secara mandiri oelh pedagang yang ingin berjualan di area Pasar Alak”.
Ia juga menambahkan bagi pedagang yang membuat lapak mandiri, retribusi yang dibebankan juga sedikit lebih murah, dibanding pedagang yang menempati lapak parmanen pada los yang telah disiapkan oleh pemerintah.
Fasilitas Pendukung Pasar Alak
Masih dalam keterangannya, Maxi nomleni juga menjabarkan tentang fasilitas pendukung yang terdapat di area Pasar Alak. “Disana telah kami siapkan fasilitas-fasilitas seperti WC Umum untuk pedagang dan pengunjung pasar, ada tempat parkir yang bisa menampung kendaraan roda dua dan empat, dan juga fasilitas air bersih,” jelas Maxi.
Sedangkan untuk fasilitas penerangan dimalam hari, dirinya telah meminta bantuan kepada Walikota Kupang, dr. Christian Widodo untuk membantu pemasangan lampu di lokasi Pasar Kasih.
“Saya telah meminta bantuan kepada bapak Walikota, dr. Christian Widodo, agar kiranya bisa menambahkan titik lampu di area Pasar Kasih, karena penerangan tersebut merupakan yang vital,” jelas Maxi.
Selain itu, Maxi juga mengatakan, terkait akses jalan ke Pasar Alak, dirinya juga telah menyampaikan kepada Walikota, terkait jalan menuju pasar yang masih sempit.
“Selain soal lampu penerangan, saya juga telah memberikan laporan kepada Bapak Walikota terkait akses jalan menuju Pasar Alak yang masih sempit, dan perlu perluasan, agar nantinya tidak menimbulkan kemacetan,” tutup Maxi Nomleni. (Vico-BF)











