KOTA KUPANG, beberfakta.web.id — Pemerintah Kota Kupang menuntaskan input data Aksi Konvergensi Stunting. Selanjutnya, tim masuk tahap reviu dan penajaman penandaan anggaran 2025–2026.
Plt Kepala Bappeda Kota Kupang, Wildrian R. Otta, memimpin rapat reviu bersama perangkat daerah. Selain itu, rapat melibatkan para operator teknis dari tiap OPD.

Konsolidasi Data Lima Hari
Sebelumnya, Bappeda menggelar konsolidasi bersama kecamatan dan kepala puskesmas. Kemudian, tim berhasil menyelesaikan input data dalam lima hari.

Wildrian menyebut capaian itu lahir dari kerja sama camat, kepala puskesmas, dan operator. Selain itu, PLKB dan staf kecamatan ikut mempercepat proses.
“Kerja bersama ini mempercepat penyelesaian data secara menyeluruh,” ujar Wildrian.
Fokus Reviu dan Penandaan Anggaran
Saat ini, tim memeriksa kualitas indikator dan kelengkapan penandaan anggaran. Khususnya, tim menajamkan Tahapan Aksi 3a tahun berjalan 2026.
Hingga rapat berlangsung, petugas menuntaskan Data Sasaran, Data Pendukung, dan Data Capaian Layanan semester I dan II. Namun, tim masih menyempurnakan data JKN dan akta kelahiran.
Empat OPD sudah menginput penandaan anggaran. OPD tersebut meliputi Dinas Kesehatan, Dinas P2KB, Dinas PUPR, dan Dinas Ketahanan Pangan.
Sementara itu, OPD lain tetap berperan penting. Dinas Sosial menyiapkan data PBI APBN. Dinas Dukcapil menyediakan data akta kelahiran dan KIA. Selain itu, Dinas Kominfo mendukung publikasi kegiatan.
Batas Waktu dan Kendala Teknis
Bappeda menetapkan batas waktu dua hari untuk penandaan anggaran. Tenggat akhir jatuh pada 31 Januari, sesuai edaran Kemendagri.
Dalam diskusi, peserta menemukan kendala teknis pada sumber pendanaan ganda. Sistem tidak mengizinkan satu kegiatan memakai dua sumber dana.
Dinas Kesehatan melaporkan kendala pada satu subkegiatan dan satu indikator. Sebagai solusi, tim menambahkan catatan khusus untuk dilaporkan ke Bina Bangda Kemendagri.
Dasar Evaluasi dan Perencanaan
Seluruh hasil input menjadi dasar monitoring dan evaluasi tingkat kota. Selain itu, data itu menjadi bahan pra-Musrenbang Tematik Stunting.
Data yang sama juga mendukung Musrenbang tingkat kecamatan. Wali Kota Kupang dijadwalkan hadir dalam forum tersebut.
Pemerintah Kota Kupang menegaskan ketepatan data dan disiplin waktu sebagai kunci. Dengan begitu, intervensi stunting bisa tepat sasaran dan berdampak nyata. (***)











