PAD naik, pelayanan publik membaik. Namun, Bima Arya menegaskan semua itu berawal dari kepemimpinan yang berani berinovasi.
BEBER FAKTA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak seluruh wali kota di Indonesia memperkuat inovasi dan kepemimpinan adaptif untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik.
Pesan itu ia sampaikan dalam Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Medan, Sumatera Utara.
🚀 Inovasi Jadi Senjata Hadapi Tantangan
Menurut Bima, kepala daerah kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika global hingga tuntutan memenuhi janji kampanye. Karena itu, inovasi menjadi kunci agar pemerintah kota tetap mampu menghadirkan solusi nyata.
“Banyak cobaan dan ujian yang dihadapi kepala daerah hari ini. Namun, jawabannya ada di Bapak-Ibu sendiri,” tegas Bima.
Ia juga mengapresiasi berbagai daerah yang sukses bertransformasi melalui inovasi.
“Kota-kota mampu menjadi survivor dan transformer melalui berbagai inisiatif kepemimpinan,” ujarnya.
💰 PAD Naik Bukan Cuma Andalkan Teknologi
Selain itu, Bima menegaskan peningkatan PAD tidak cukup hanya mengandalkan digitalisasi. Sebaliknya, pemerintah daerah juga harus memperbaiki tata kelola pendapatan, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan pemimpin yang terlibat langsung.
Ia bahkan mencontohkan Kota Malang dan Kota Pekanbaru sebagai daerah yang berhasil menjalankan berbagai langkah inovatif.
🌆 City Branding hingga Sport Tourism
Selanjutnya, Bima mendorong setiap daerah membangun city branding yang kuat. Menurutnya, identitas kota mampu menarik investasi, mengembangkan pariwisata, sekaligus meningkatkan PAD.
Di sisi lain, ia juga melihat sport tourism sebagai peluang besar yang bisa dikembangkan sesuai potensi masing-masing daerah. Karena itu, ia mengajak pemerintah, komunitas, dan pelaku kreatif terus memperkuat kolaborasi demi menghadirkan kota yang lebih maju dan kompetitif.(*/Red.01-BF)











