Bangun Ekosistem Peternakan Modern Senilai US$45 Juta di NTT

Sinergi Undana dan PT ABP

DENGAR PENJELASAN - Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., (Kiri) mendengarkan penjelasan CEO PT Amana Bina Petani. (Foto: Foto : Nur Merlianti - Humas Undana)

Nusa Tenggara Timur (NTT) bersiap naik kelas! 🔥 Universitas Nusa Cendana (Undana) kini menggandeng PT Amana Bina Petani (ABP) untuk membangun ekosistem peternakan modern senilai US$45 juta atau sekitar Rp720 miliar di daratan Timor.

BEBER FAKTA – Proyek jumbo ini tidak main-main. Mulai dari pabrik susu, rumah potong hewan modern, hingga pabrik pakan ternak bakal berdiri di atas lahan 3.000 hektar di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). 😱

Kolaborasi strategis tersebut resmi dibahas dalam audiensi di Ruang Rapat Rektor Undana, Senin (11/5/2026), sebagai langkah besar mentransformasi sektor peternakan dan pertanian NTT menjadi industri modern berbasis teknologi.

🚜 Bukan Sekadar Proyek, Tapi Mesin Ekonomi Baru

CEO PT Amana Bina Petani, Ayub “Joseph” Karimi, menegaskan bahwa investasi ini tidak hanya mengejar keuntungan industri besar semata.

Sebaliknya, PT ABP ingin membangun pola kemitraan yang melibatkan masyarakat lokal secara langsung, khususnya petani dan peternak di NTT. 💪

Perusahaan akan menyediakan bibit unggul, pelatihan, hingga pendampingan teknis. Setelah itu, hasil ternak masyarakat akan dibeli kembali dan diproses di pusat pengolahan milik perusahaan.

Ayub “Joseph” Karimi – “Konsep kami bukan sekadar industri skala besar, tetapi juga pola kemitraan. Kami menyediakan bibit dan pelatihan, lalu membeli kembali hasil ternak petani lokal untuk diproses di packing center perusahaan”

Ia bahkan optimistis proyek tersebut bisa memperkuat posisi NTT sebagai daerah eksportir daging dan susu yang kompetitif di masa depan. 🌍

🥛 Target 5.000 Sapi Perah dan Industri Modern

Dalam proyek ambisius ini, PT ABP menargetkan populasi sapi perah mencapai 5.000 ekor pada tahun 2034.

Selain itu, perusahaan juga akan mengembangkan sapi jenis Brahman dan Sahiwal yang terkenal unggul untuk industri peternakan modern.

Tiga fasilitas utama langsung disiapkan, yakni:
✅ Pabrik pengolahan susu
✅ Rumah potong hewan modern
✅ Pabrik pakan ternak dan ikan

Dengan konsep hulu ke hilir, proyek ini diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Timor. 🔥

🎓 Undana Jadi Otak Riset dan Pusat SDM

Dalam kerja sama ini, Undana memegang peran penting sebagai pusat riset, pengembangan SDM, sekaligus inovator teknologi pertanian lahan kering.

Mahasiswa Undana nantinya juga akan terlibat langsung dalam program magang bersama tenaga ahli internasional. Bahkan, PT ABP siap membuka peluang beasiswa luar negeri bagi talenta lokal berprestasi. 🌏

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menyebut kerja sama ini menjadi momentum penting untuk membawa hasil riset kampus masuk ke dunia industri nyata.


Baca Berita Sambil Dengerin Lagu-Lagu Asyiiiik Hanya di: Tiktok @beber_fakta

“Kerja sama ini adalah jembatan penting bagi hilirisasi riset kampus. Inovasi yang dihasilkan pakar dan mahasiswa Undana kini memiliki wadah implementasi praktis dalam skala industri besar,” tegas Prof. Jefri.

⏳ Groundbreaking Dimulai Tahun Ini

Proyek raksasa tersebut dijadwalkan mulai groundbreaking pada tahun 2026.

Kemudian, produksi skala kecil mulai berjalan pada 2028. Sementara itu, kapasitas industri penuh ditargetkan tercapai pada 2034.

Saat ini, kedua pihak tengah menyusun Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis sebagai langkah lanjutan.

Jika seluruh rencana berjalan mulus, kolaborasi ini diyakini bakal mengubah wajah industri peternakan NTT sekaligus memperkuat posisi Undana sebagai pusat unggulan lahan kering tingkat global. 🚀 (Sumber: Humas Undana – FnT / Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *