Siapa bilang bambu cuma cocok buat pagar kampung atau pondok sederhana? Mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Cendana (Undana) justru membuktikan sebaliknya. Mereka membangun ruang belajar outdoor estetik dan ramah lingkungan dari bambu! 🌿🔥
BEBER FAKTA – Workshop konstruksi bambu yang digelar di lingkungan Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana, Selasa (12/5/2026), langsung menyita perhatian. Selain belajar teori, mahasiswa juga turun tangan membangun empat konstruksi bambu yang nantinya dipakai sebagai ruang diskusi dan tempat belajar outdoor bagi sivitas akademika.
🛠️ Mahasiswa Langsung Praktik, Bukan Sekadar Teori
Program Studi Arsitektur Undana menggandeng Bambooland Indonesia dalam kegiatan ini. Kolaborasi tersebut membuka ruang eksplorasi material lokal yang selama ini sering dipandang sebelah mata.
Baca Berita sambil denger Lagu-lagu Keren di Tiktok @beber_fakta
Ketua Panitia kegiatan, Marianus Bahantwelu, S.T., M.T., menegaskan bahwa workshop ini menjadi lanjutan dari program sebelumnya yang lebih fokus pada teori dasar bambu.
Menurut Marianus, mahasiswa perlu melihat langsung bahwa bambu punya kekuatan struktural dan nilai estetika yang tidak kalah dari material modern lainnya.
Marianus Bahantwelu – “NTT memiliki potensi bambu yang melimpah, namun pemanfaatannya belum maksimal. Melalui praktik langsung, kami ingin mahasiswa memahami bahwa dengan teknik yang benar, bambu bisa menjadi material yang kuat, estetis, dan sangat relevan dengan isu lingkungan saat ini”
Selain itu, mahasiswa juga belajar teknik dasar konstruksi bambu secara langsung di lapangan. Karena itu, pengalaman praktik tersebut dinilai jauh lebih efektif dibanding hanya mempelajari konsep di ruang kelas.
🌱 Bambu Disebut DNA Arsitektur Nusantara
Perwakilan Bambooland Indonesia, Dr. Ar. Yulianto Purwono Prihatmaji, IPM., IAI., menyebut bambu sebagai identitas arsitektur Nusantara yang mulai terlupakan.
Ia menilai calon arsitek masa depan wajib memahami karakter material lokal agar mampu menghasilkan desain yang kontekstual, modern, sekaligus berkelanjutan.
Yulianto Purwono Prihatmaji – “Calon arsitek perlu memahami potensi besar yang ada di tanah air, termasuk di NTT. Pengenalan sejak dini memungkinkan mereka mengembangkan desain yang tidak hanya modern, tetapi juga berkelanjutan dan sesuai dengan karakter kebutuhan masyarakat lokal”
Menurutnya, kolaborasi dengan Undana menjadi bagian dari jejaring nasional untuk mengangkat kembali bambu sebagai “DNA” material khas Indonesia.
💡 Dari Kampus Bisa Jadi Peluang Bisnis Hijau
Workshop ini ternyata tidak hanya mengejar nilai akademik. Prodi Arsitektur Undana juga ingin membuka peluang baru di bidang konstruksi hijau dan industri kreatif berbasis material lokal.
Karena itu, kampus berencana mengembangkan pelatihan lanjutan, termasuk teknik pengawetan bambu agar material tersebut semakin tahan lama dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Undana sebagai kampus yang aktif mendorong inovasi arsitektur ramah lingkungan di kawasan Indonesia Timur. 🌏✨ Sumber: Humas Undana – Nisa / Vip-BF)











