Kampus tak mau lagi cuma jadi penonton. Undana kini menggandeng anak muda NTT untuk melahirkan solusi nyata menghadapi krisis iklim yang makin mengkhawatirkan.
BEBER FAKTA – Gerakan penyelamatan lingkungan di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat amunisi baru. Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi menggandeng Koalisi Orang Muda untuk Perubahan Iklim dalam menghadapi berbagai ancaman krisis iklim yang terus membayangi daerah kepulauan ini.
Kolaborasi itu mengemuka saat Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, menerima audiensi Koalisi Orang Muda untuk Perubahan Iklim di Rektorat Undana, Kupang, Kamis (18/6/2026).
🌱 Satu Hati, Satu Suara untuk NTT
Koalisi Orang Muda untuk Perubahan Iklim yang aktif sejak 2021 telah membangun jaringan di Flores, Kupang, Alor, Sumba Barat, dan Sumba Timur.
Baca berita sambil dengar musik di Tikto @beber_fakta: 🚨Sadissss!!! Undana semakin ketat‼️
Mereka kini menyiapkan Jambore Gotong Royong Orang Muda untuk Perubahan Iklim 2026 yang akan berlangsung pada 4-7 Agustus 2026 di Kota Kupang. Undana Farm diproyeksikan menjadi salah satu lokasi utama kegiatan.
Pembina koalisi, Yurgen Nubatonis, mengatakan jambore tersebut akan membahas berbagai isu penting, mulai dari keadilan iklim, konservasi laut, perlindungan terumbu karang, hingga kedaulatan pangan lokal.
“Pesan utama yang ingin kami gaungkan adalah satu hati, satu suara untuk menjaga lingkungan NTT yang lebih baik,” tegas Yurgen.
Selain diskusi dan talkshow, peserta juga akan menyusun rekomendasi kebijakan resmi yang nantinya diserahkan kepada Pemerintah Provinsi NTT.
🎓 Mahasiswa Harus Turun ke Lapangan
Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, menyambut positif gerakan tersebut. Menurutnya, mahasiswa harus hadir langsung di tengah masyarakat dan ikut menyelesaikan persoalan nyata.
“Kampus tidak boleh hanya berkutat di ruang kuliah. Mahasiswa harus terlibat dalam solusi atas masalah yang dihadapi masyarakat”.
Karena itu, Undana siap mendukung gerakan tersebut melalui tenaga ahli, dosen, mahasiswa, hingga fasilitas riset yang dimiliki kampus.
♻️ Undana Perkuat Status Kampus Hijau
Di sisi lain, Undana juga terus mendorong transformasi menuju konsep green campus. Sejumlah program sudah berjalan, seperti pengelolaan sampah terpadu, bank sampah, pengolahan limbah plastik, hingga riset lingkungan berkelanjutan.
Selain itu, kampus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas agar hasil riset akademik bisa langsung menjawab persoalan iklim yang dihadapi masyarakat NTT.
🌍 Kolaborasi yang Bisa Ubah Masa Depan NTT
NTT menjadi salah satu wilayah yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, mulai dari kekeringan panjang hingga cuaca ekstrem.
Karena itu, sinergi antara kampus dan gerakan anak muda dinilai sangat penting. Dukungan data riset dan pendekatan ilmiah dari Undana akan memperkuat rekomendasi kebijakan yang disusun generasi muda.
Dengan kolaborasi ini, perjuangan menjaga lingkungan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Sebaliknya, lahir kekuatan baru yang menggabungkan energi anak muda dan kekuatan akademik demi masa depan NTT yang lebih hijau dan berkelanjutan. (Sumber: Humas Undana-Alk / Vip-BF)











