Keliling Flores 10 Hari! Mahasiswa Undana Buktikan Kuliah Bisa Bikin Dampak Nyata

Foto cover : Dokumentasi Prodi Ilmu Komunikasi FISIP
Bukan sekadar jalan-jalan. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Undana turun langsung ke pelosok Flores, berbagi ilmu, menanam pohon, hingga menginspirasi generasi muda.

BEBER FAKTA – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses menjalankan misi sosial bertajuk “Kemah Kerja Berdampak” selama 10 hari di Pulau Flores.

Program yang berlangsung pada 2–11 Mei 2026 ini menjangkau Bajawa, Riung, Pota, Reo, Ruteng, hingga Golo Lobos. Melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa, kegiatan tersebut menghadirkan aksi nyata di bidang pendidikan, sosial, dan lingkungan.

📚 Tebar Buku, Tebar Harapan

Perjalanan dimulai dengan gerakan penggalangan donasi bersama masyarakat dan komunitas, termasuk Babagidenghati. Selanjutnya, tim menyalurkan lebih dari 300 paket alat tulis dan buku kepada siswa di sejumlah sekolah pelosok Flores.

Tak hanya membagikan bantuan, mahasiswa juga menggelar berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan siswa secara langsung.

“Kami membawa materi tentang satwa endemik NTT agar generasi muda di sana memiliki kepedulian tinggi untuk menjaga kelestarian Komodo sebagai warisan dunia,” ujar Jason Jeremy Mondolang.

Selain itu, tim memberikan sosialisasi kampus kepada pelajar agar semakin termotivasi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

🌿 Tanam Mangrove, Bersihkan Pantai

Di sisi lain, isu lingkungan menjadi fokus penting dalam program ini. Karena itu, mahasiswa melakukan penanaman mangrove di Riung dan aksi bersih sampah di pesisir Pulau Rutong.

Kemudian, di Ruteng, mereka menanam 150 bibit pohon dengan dukungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai.

Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pesisir dan kawasan dataran tinggi Flores yang menghadapi berbagai ancaman lingkungan.

🚀 Dari Ruang Kelas ke Lapangan

Kemah Kerja Berdampak menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus. Sebaliknya, mereka hadir sebagai agen perubahan yang terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat.

Melalui interaksi lintas budaya dan berbagai aksi sosial, mahasiswa mengasah kemampuan komunikasi sekaligus membangun empati terhadap persoalan pendidikan di daerah terpencil.

Program ini membuktikan bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dapat menghadirkan perubahan nyata. Dengan semangat berbagi dan kepedulian sosial, mahasiswa Ilmu Komunikasi Undana sukses meninggalkan jejak inspirasi di Flores. (Sumber: Humas Undana/Hec/Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *