Kolaborasi kampus timur dan barat Indonesia makin serius! Universitas Nusa Cendana dan Universitas Islam Indonesia kini menjajaki pertukaran mahasiswa hingga KKN Tematik berkelanjutan.
BEBER FAKTA- Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang bersama Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta kembali memperkuat hubungan akademik. Kedua kampus sepakat memperpanjang nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) demi mendorong program kampus yang lebih konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Lewat pertemuan daring yang berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026, kedua pihak membahas sejumlah agenda besar. Mulai dari pertukaran mahasiswa, kolaborasi lintas fakultas, hingga program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik berkelanjutan yang menyasar persoalan sosial di masyarakat.
Baca Berita Sambil Dengerin Lagu-Lagu Asyiiiik Hanya di: Tiktok @beber_fakta
Kerja sama ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, terutama dalam aspek kualitas pembelajaran dan kontribusi sosial kampus di tingkat nasional.
🚀 Pertukaran Mahasiswa Jadi Fokus Utama
Direktur Kemitraan UII, Dr.rer.nat. Dian Sari Utami, M.A., menegaskan bahwa setiap bentuk kerja sama harus memberi dampak nyata, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat luas.
Menurutnya, UII yang memiliki sembilan fakultas membuka peluang besar untuk kolaborasi lintas disiplin bersama Undana.
“Semua kegiatan kolaborasi harus berdampak dan mengikuti standar IKU terbaru, terutama pada IKU VII yang berkaitan dengan kualitas pendidikan,” ujar Dr. Dian.
Selain itu, ia juga melihat program pertukaran mahasiswa selama satu bulan sebagai peluang besar untuk memperluas pengalaman akademik dan sosial mahasiswa dari kedua kampus.
Baca Juga: Bangun Ekosistem Peternakan Modern Senilai US$45 Juta di NTT. Sinergi Undana dan PT ABP
“Kami melihat potensi besar dalam program pertukaran mahasiswa selama satu bulan untuk memperluas pengalaman akademik dan sosial mereka,” lanjutnya.
Program ini dinilai mampu mempertemukan mahasiswa dari wilayah timur dan barat Indonesia dalam satu ruang pembelajaran yang lebih dinamis, inklusif, dan adaptif.
🌱 KKN Tematik dan Program Sosial Ikut Disiapkan
Tak hanya fokus pada dunia akademik, UII juga menawarkan model pengabdian masyarakat berkelanjutan yang sebelumnya sukses diterapkan di Yogyakarta.
Program tersebut mencakup pengelolaan sampah hingga sekolah lansia yang berbasis pemberdayaan masyarakat.
Lewat skema KKN Tematik, program-program itu nantinya berpeluang dikolaborasikan bersama mahasiswa Undana di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah ini dianggap penting karena mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga turun langsung menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat.
Selain itu, kolaborasi seperti ini diyakini mampu memperkuat peran kampus sebagai motor perubahan sosial.
🤝 Undana Siapkan Sinkronisasi Fakultas dan LPPM
Subkoordinator Kerja Sama Undana, Happy Yandri Haning, S.Si., menyambut positif rencana keberlanjutan kerja sama tersebut.
Ia menilai pembaruan MoU menjadi dasar penting agar berbagai program kolaborasi bisa berjalan lebih legal, terarah, dan maksimal.
“Kami telah meninjau dokumen kerja sama sebelumnya dan sepakat untuk melanjutkannya,” jelas Happy.
Namun demikian, Undana juga ingin memastikan implementasi program tidak berhenti pada seremoni penandatanganan semata.
Karena itu, pihak kampus akan melakukan koordinasi lanjutan bersama fakultas dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
“Kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan fakultas dan LPPM agar implementasinya lebih spesifik dan komprehensif,” tambahnya.
Saat ini, Undana memiliki sembilan fakultas dan satu program pascasarjana yang dinilai membutuhkan banyak mitra strategis guna mempercepat inovasi akademik serta pengabdian masyarakat.
📚 MoU Tak Mau Sekadar Jadi Dokumen Formalitas
Pihak Undana berharap penandatanganan MoU tingkat universitas segera ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) di tingkat teknis fakultas.
Dengan begitu, seluruh poin kesepakatan dapat langsung diterapkan dalam aktivitas mahasiswa maupun dosen.
Selain memperkuat kualitas pendidikan tinggi, sinergi antara Undana dan UII juga diharapkan mampu menciptakan pertukaran pengetahuan yang aktif antara Indonesia bagian timur dan barat.
Kolaborasi ini sekaligus mempertegas posisi kedua universitas sebagai kampus yang adaptif, inovatif, dan solutif di tengah tantangan pendidikan tinggi modern.
Bila seluruh program berjalan sesuai rencana, mahasiswa bukan hanya mendapat pengalaman akademik baru, tetapi juga kesempatan membangun jejaring nasional sejak di bangku kuliah. (Sumber: Humas Undana – Alk / Vip – BF)











