KOTA KUPANG, beberfakta.web.id – Universitas Nusa Cendana (Undana) mengalokasikan dana miliaran rupiah untuk riset dan pengabdian masyarakat.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Pemerintah Provinsi NTT dan enam kabupaten/kota.
Kerja sama itu melibatkan Pemerintah Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sumba Timur, dan Kabupaten Sumba Tengah.
Selain itu, agenda ini menjadi bagian dari Rapat Tinjauan Manajemen tingkat universitas. Kegiatan berlangsung 23, 24, 27, dan 28 Februari 2026.
Penandatanganan digelar Selasa (24/2) pagi di Harper Hotel Kupang.
Rektor Tekankan Hilirisasi Riset
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menegaskan komitmen kampus terhadap pembangunan daerah.
Ia menyatakan kerja sama ini bukan sekadar seremoni. Sebaliknya, Undana ingin memastikan setiap program berdampak langsung bagi masyarakat.
“Riset tidak boleh berhenti di jurnal. Ilmu harus menjadi solusi nyata di daerah,” tegasnya.
Karena itu, Undana mendorong hilirisasi riset. Hasil penelitian dosen dan mahasiswa harus diterapkan di lapangan.
Gubernur Dorong Reorientasi Sains
Gubernur NTT Melki Laka Lena melalui Asisten Administrasi dan Pembangunan Setda NTT, Kanisius Mau, menekankan pentingnya sinergi.
Ia menyebut Undana memikul tanggung jawab moral sebagai mercusuar ilmu pengetahuan di NTT.
“Saya minta rapat ini menjadi titik balik penyelarasan riset agar tidak menumpuk di perpustakaan,” ujarnya.
Selain itu, ia mendorong reorientasi riset ke sektor riil.
“Mari bawa sains dari laboratorium ke ladang rakyat. Kita harus menciptakan nilai tambah di tanah ini,” tegasnya.
Rp1 Miliar per Kabupaten
Melalui kerja sama ini, Undana mengucurkan Rp1 miliar untuk setiap kabupaten. Dana itu difokuskan pada riset dan pengabdian masyarakat.
Selanjutnya, Undana akan mengerahkan para guru besar memimpin riset lapangan.
Setiap daerah menentukan fokus sesuai kebutuhan. Misalnya, Kota Kupang menghadapi persoalan sampah, lingkungan, dan pengembangan UKM.
Karena itu, tim peneliti akan merancang solusi berbasis data dan inovasi.
Dengan langkah ini, Undana memperkuat peran akademisi dalam pembangunan NTT. (*Tim-BF/Vip)











