Kolaborasi Pemkot–Undana Riset UMKM & Sampah, Rektor Kucurkan Rp1 Miliar

Foto: Eman Hala - Bag. Prokopim Setda Kota Kupang. Olahgrafis: Vico Patty-BF

KOTA KUPANG, beberfakta.web.id – Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, mendukung kolaborasi riset dengan Universitas Nusa Cendana.

Ia menyampaikan dukungan itu saat menerima audiensi Rektor Undana di ruang kerjanya, Kamis (19/2).

Foto: Eman Hala/Bag. Prokopim Setda Kota Kupang

Rektor Undana, Jefri S. Bale, hadir bersama jajaran pimpinan kampus. Selain itu, sejumlah pejabat Pemkot Kupang ikut mendampingi pertemuan tersebut.

Fokus UMKM, Birokrasi, dan Sampah

Serena menegaskan tiga fokus utama pada tahun pertama kepemimpinannya. Pertama, penguatan ekonomi berbasis UMKM. Kedua, reformasi birokrasi. Ketiga, penanganan sampah.

Foto: Eman Hala/Bag. Prokopim Setda Kota Kupang

Menurutnya, Pemkot Kupang membutuhkan dukungan akademisi. Karena itu, ia membuka ruang kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat.

“Kami butuh kebijakan berbasis data dan kajian ilmiah,” ujarnya.

Selain itu, Serena menyoroti pentingnya peningkatan kualitas aparatur. Ia menilai program Rekognisi Pembelajaran Lampau dan percepatan studi S2 sangat relevan.

“ASN harus meningkatkan kapasitas akademik dan kompetensi,” tegasnya.

Di sisi lain, ia mengapresiasi penguatan digital marketing dan konten kreator bagi mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa dapat membantu UMKM naik kelas melalui teknologi.

Undana Siapkan Rp1 Miliar

Sementara itu, Rektor Undana menegaskan komitmen kampus mendukung pembangunan Kota Kupang hingga 2029.

Ia menyatakan Undana siap berkontribusi melalui riset, pengabdian, dan sumber daya manusia. Saat ini, Undana memiliki 9 fakultas dan sekitar 70 program studi. Kampus itu juga menaungi sekitar 35 ribu mahasiswa.

Lebih lanjut, ia mengumumkan komitmen pendampingan senilai Rp1 miliar pada 2026. Dana itu akan mendukung penelitian dan pengabdian masyarakat.

Fokus riset meliputi pengelolaan sampah, penguatan ekonomi, serta reformasi birokrasi. Selain itu, Undana mengembangkan inovasi daur ulang non-organik menjadi bahan bakar dan produk bernilai ekonomi.

Rektor menegaskan filosofi “kampus berdampak” harus terasa sejak tahap perencanaan. Karena itu, ia mendorong sinergi lintas sektor berjalan konsisten.

Pertemuan berlangsung hangat dan produktif. Kedua pihak sepakat memperkuat komunikasi dan kolaborasi berkelanjutan.

Dengan komitmen riset Rp1 miliar, sinergi ini diharapkan mempercepat pembangunan berbasis data dan inovasi di Kota Kupang. (Siaran Pers Bag. Prokopim Setda Kota Kupang/Ansel Ladjar/Vip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *