Warga Kota Kupang memadati Bundaran Tirosa saat Karnaval Budaya perdana HUT Kota Kupang digelar Sabtu malam. Tak sekadar pesta budaya, event ini langsung menghidupkan UMKM dan jadi langkah besar menuju visi Kupang sebagai kota event budaya berskala nasional.
🚀 Kupang Resmi Tancap Gas Jadi Kota Event Budaya
BEBER FAKTA – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmennya menjadikan Kota Kupang sebagai kota event budaya yang mampu menarik perhatian nasional bahkan regional.
Pernyataan itu ia sampaikan saat membuka Karnaval Budaya dalam rangka HUT ke-140 Kota Kupang dan 30 Tahun Otonomi Daerah, Sabtu malam (25/4/2026).
dr. Christian Widodo: “Mimpi kami, beberapa hari sebelum acara, hotel-hotel di Kupang sudah penuh karena banyak orang datang untuk menyaksikan event budaya ini.”
Menurutnya, karnaval budaya ini bukan sekadar seremoni, tetapi fondasi awal menjadikan Kupang sebagai destinasi wisata event di Indonesia Timur.
📊 Hampir 50 Komunitas Etnis Turun, Bundaran Tirosa Full Sesak
Untuk pertama kalinya, Pemkot Kupang menghadirkan karnaval budaya besar-besaran dengan melibatkan hampir 50 komunitas etnis.
Kawasan Bundaran Tirosa pun berubah jadi lautan manusia dan warna-warni busana adat.
Ribuan warga menyaksikan berbagai pertunjukan spektakuler, mulai dari:
- Tarian tradisional khas NTT
- Atraksi musik tradisional massal
- Parade budaya lintas etnis
- Pawai visual perkembangan Kota Kupang
dr. Christian menyebut event ini lahir dari aspirasi komunitas budaya yang selama ini belum punya panggung resmi.
“Banyak komunitas ingin tampilkan busana adat, tarian, dan atraksi budaya, tetapi belum ada wadah. Karena itu malam ini kami hadirkan ruang itu. Ini bukan sekadar acara, tapi kami harap menjadi warisan budaya ke depan.”
⚡ UMKM Panen Rezeki, Produk Lokal Ludes Diserbu
Tak hanya memukau secara budaya, Karnaval Budaya juga memberi dampak ekonomi nyata.
Deretan stan UMKM yang menjual kuliner lokal, kerajinan tangan, hingga kain tenun tampak ramai diserbu pengunjung.
dr, Christian menilai geliat ekonomi langsung terasa dari banyak sektor.
“Bukan hanya UMKM yang hidup, tetapi industri kreatif juga bertumbuh. Ini bukti bahwa budaya bisa menjadi kekuatan ekonomi”
Ia menyebut peningkatan aktivitas terlihat pada:
- Make up artist
- Penyewaan busana adat
- Penjualan kain tenun
- Pelaku kuliner lokal
- Pengrajin souvenir
📲 Kupang Disebut Miniatur Indonesia
Dalam sambutannya, Christian juga menegaskan bahwa tema “Harmoni dalam Keberagaman” dipilih karena mencerminkan wajah asli Kota Kupang.
Ia menyebut Kupang sebagai miniatur Indonesia dan NTT karena dihuni berbagai suku, etnis, dan agama yang hidup berdampingan.
dr. Christian Widodo “Harmoni itu bukan berarti seragam, tetapi seimbang. Kita berbeda-beda, namun tetap bisa hidup bersama dalam damai”
🎬 Pesan Penutup untuk Warga Kupang
Menutup sambutannya, Christian mengajak seluruh warga menjaga Kota Kupang sebagai rumah bersama untuk generasi mendatang.
“Kota ini bukan hanya warisan dari leluhur kita, tetapi juga pinjaman dari anak cucu kita. Karena itu mari kita jaga dengan penuh tanggung jawab”
(Vic-BF/Vip)











