NGADA, beberfakta.web.id — Lewat Bupati Ngada, Raymundus Bena dan Kepala SD Negeri Rj, Maria Ngene, terungkap, sejak kelas I hingga kelas III, Yohanes Bastian Roja (YBR), yang meninggal karena bunuh diri tak pernah menerima bantuan pendidikan.

Pada tahun ini, menurut Maria, sekolah mengusulkan Yohanes sebagai penerima Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP).
Dana sebesar Rp450.000 bahkan tercatat masuk ke rekening.
Bank Tolak Pencairan Beasiswa PIP
Bupati Ngada, Raymundus Bena saat konferensi pers di Desa Naruwolo, Ngada, Kamis (5/2/2026) mengungkapkan, sebelum peristiwa itu terjadi, Yohanes berulang kali meminta ibunya mengurus pencairan dana PIP yang ia terima untuk kebutuhan sekolah.
Berita & Video Beber Fakta di Tiktok @beber_fakta
“Anak ini beberapa kali menanyakan kapan beasiswa PIP-nya dicairkan. Ibunya menjawab masih menunggu proses pencairan di bank,” kata Raymundus.
Namun proses pencairan dana tersebut terkendala masalah administrasi.
KTP sang ibu masih tercatat sebagai warga Kabupaten Nagekeo, bukan Ngada, sehingga bank menolak pencairan dana.
Masih menurut Bupati Ngada, petugas bank lalu meminta agar administrasi kependudukan ibu Yohanes terlebih dahulu diperbaiki di daerah asal. Permintaan itu belum sempat ditindaklanjuti hingga tragedi tersebut terjadi.
Uang Sekolah Belum Bisa Terbayar
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kabupaten Ngada Yohanes Watu Nggebu, dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun televisi mengatakan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ngada, menemukan Yohanes memiliki tunggakkan uang sekolah.
Pj. Sekda Mengatakan, kondisi tersebut juga diduga sebagai salah satu alasan siswa bunuh diri. (*/Tim-BF/Vip)











