Keluarga Kapten MT Honour 25, Ashari Samadikun, mengaku sudah sebulan tidak menerima kabar dari korban yang disandera perompak Somalia. Mereka meminta pemerintah segera memberikan kepastian terkait kondisi para awak kapal.
BEBER FAKTA — Kekhawatiran keluarga awak kapal MT Honour 25 terus meningkat setelah komunikasi dengan para korban terputus selama hampir satu bulan. Hingga kini, Ashari Samadikun (33), kapten kapal asal Sulawesi Selatan, bersama rekan-rekannya masih berada dalam penyanderaan perompak Somalia.
📌 Keluarga Minta Kepastian Nasib Korban
Ayah Ashari, Syamsuddin Dg Ngawing, mengatakan keluarga tidak mengetahui kondisi anaknya maupun perkembangan penanganan kasus tersebut.
“Belakangan ini sudah hampir satu bulan kami benar-benar tidak menerima kabar apa pun, sehingga kami tidak mengetahui bagaimana kondisi mereka maupun sejauh mana perkembangan penanganan kasus ini,” ujar Syamsuddin, Selasa (28/7/2026).
Ia juga mengaku menerima informasi bahwa para korban sudah tidak lagi berada di atas kapal. Namun, keluarga belum memperoleh kepastian mengenai keberadaan mereka.
🚢 Penyanderaan Sudah Berlangsung Tiga Bulan
Ashari Samadikun dan sejumlah awak MT Honour 25 telah disandera perompak Somalia selama sekitar tiga bulan.
Syamsuddin berharap pemerintah terus memantau kondisi para korban sekaligus memberikan informasi yang jelas kepada keluarga.
“Sebagai orang tua, tentu saya sangat khawatir dan gelisah dengan keadaan ini. Karena itu, saya memohon bantuan Bapak agar kiranya dapat membantu memantau dan memberikan informasi yang pasti mengenai keberadaan serta kondisi anak saya dan seluruh awak kapal,” katanya.
“Kami hanya berharap ada kepastian agar keluarga tidak terus menerus hidup dalam kecemasan,” lanjut Syamsuddin.
🌍 Pemerintah Terus Lakukan Upaya Pembebasan
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan pemerintah terus mengupayakan pembebasan para WNI yang disandera di Somalia.
Menurut Sugiono, Kementerian Luar Negeri telah menjalin komunikasi langsung dengan pihak pembajak sebagai bagian dari proses penyelamatan.
“Jadi kita juga sudah melakukan komunikasi, termasuk dengan pembajak itu sendiri,” kata Sugiono di kompleks parlemen, Senayan, Rabu (20/5).
Selain itu, Kemlu juga berkoordinasi dengan sejumlah kedutaan Indonesia di kawasan terdekat, termasuk Kedutaan Besar RI di Nairobi, Kenya.
“Ini proses-proses penyelamatannya itu dilakukan, kita berkoordinasi juga dengan kedutaan. Jadi ada beberapa kedutaan kita yang terlibat, kedutaan kita di Nairobi,” ujar Sugiono.
📍 Pemerintah Diminta Beri Informasi Berkala
Hingga Selasa (28/7/2026), keluarga korban masih menunggu kepastian mengenai kondisi Ashari Samadikun dan awak MT Honour 25 lainnya. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan perkembangan penanganan kasus secara berkala agar keluarga tidak terus diliputi kecemasan.(*/Red.01-BF)











