“Steven Rozet Cuma Sekali Jual Senpi!”

Pengacara Bongkar Alasan Steven Rozet Tak Dipecat, Nama Marsel Nitte Ikut Terseret

Cover: Aipda Steven Rozet (kaos oblong merah) dan Bripka Marsel Nitte. (Olahgrafis: Vico Patty-BF)

BEBER FAKTA Kasus penjualan senjata api (senpi) laras pendek milik Polda NTT makin panas. Kali ini, pengacara tujuh anggota polisi yang terseret kasus itu buka suara soal alasan Aipda Steven Rozet tidak di-Pecat Tidak Dengan Hormat alias PTDH.

Pernyataan itu langsung memicu sorotan publik. Apalagi, eks anggota polisi Yakobis “Jack” Mudin sebelumnya mengaku merasa diperlakukan tidak adil dalam kasus tersebut.

🔥 Pengacara Sebut Steven Rozet “Hanya Sekali” Jual Senpi

Advokat Samuel David Adoe, S.H., Penasehat Hukum dari tujuh oknum polisi yang menjalani sidang Pidana Umum menjelaskan kemungkinan alasan Steven Rozet tidak mendapat sanksi PTDH.

Menurut Samuel, ada perbedaan tindakan antara Steven Rozet dan Jack Mudin.

“Mungkin, itu perbedaan antara apa yang dilakukan Steven Rozet dengan Jack Mudin. Steven Rozet hanya sekali melakukan penjualan senpi ilegal milik Polda NTT, sedangkan Jack melakukannya berulang-ulang,” jelas Samuel saat diwawancarai di Pengadilan Negeri Kupang, Senin (11/5/2026).


🔥Baca Berita Terkait sambil dengar lagu asyiiik di Tiktok @beberfakta: “8 Senpi Taurus Milik Polda NTT Belum Ditemukan?”

Untuk diketahui, Steven Rozet disebut menjual dua senpi laras pendek merek Taurus milik Polda NTT kepada dua anggota polisi di Polda Bali, yang kemudian mengungkap tabir penjualan senpi milik Polda NTT.

Sementara itu, dari total 10 anggota polisi yang terseret kasus jual beli senpi ilegal, hanya dua orang yang terkena PTDH.

Mereka ialah Saiful Anwar dari Biro Logistik Polda NTT dan Yakobis “Jack” Mudin dari Polres Nagekeo.

Sedangkan tujuh anggota lainnya hanya mendapat sanksi variatif, mulai dari demosi hingga tuntutan ganti rugi (TGR).

👀 Nama Marsel Nitte Ikut Disorot

Tak hanya Steven Rozet, Jack juga menyinggung nama Bripka Marsel Nitte.

Menurut Jack, Marsel membeli dua senpi lalu menjualnya kembali kepada oknum anggota TNI.

Dua senpi tersebut merek Taurus dan Colt.

“Dalam pemeriksaan diketahui dua senpi merk Taurus dan Colt yang dibeli oleh Marsel Nitte telah dia jual lagi kepada oknum anggota TNI,” jelas Jack.

Jack lalu mempertanyakan langkah Bidpropam Polda NTT yang dinilai tidak mendalami penjualan ulang dua senpi tersebut.

“Kenapa Bidpropam Polda NTT tidak melakukan pendalaman untuk dua senpi yang dijual Marsel Nitte. Marsel malah hanya dikenakan TGR,” tegas Jack.

⚠️ Jack Mudin Merasa Jadi Korban Ketidakadilan

Di sisi lain, Jack Mudin kembali melontarkan protes keras.

Ia mengaku heran karena hanya dirinya dan Saiful Anwar yang ditahan dan dipecat, sedangkan anggota lain tetap lolos dari sanksi berat.

“Saya juga merasa diperlakukan tidak adil dalam kasus ini, karena hanya saya dan Pak Saiful yang ditahan dan di-PTDH sedangkan tersangka anggota lain tidak ditahan sama sekali,” ungkap Jack.

Jack juga mengaku sempat menjalani penahanan selama 12 hari di ruang Bidpropam dan 20 hari di sel penempatan khusus (patsus) Polda NTT.

Sementara itu, tujuh anggota lain disebut tidak menjalani penahanan selama proses pemeriksaan berlangsung.

📌 Daftar 7 Polisi yang Tidak Kena PTDH

Berikut daftar tujuh anggota polisi yang tidak terkena sanksi PTDH dalam kasus ini:

  • Steven Rozet: Jual 2 pucuk Taurus ke anggota polisi Polda Bali
  • Marsel Nitte: Beli lalu jual kembali 2 pucuk senpi ke oknum TNI
  • David Neto: Beli 1 pucuk SnW lalu dikembalikan
  • Adrian Klaran: Beli 3 pucuk senpi lalu dikembalikan
  • Yafet Ratu: Beli 1 pucuk SnW lalu dikembalikan
  • Jefry Aome: Beli 2 pucuk SnW lalu dikembalikan
  • Rahendra: Beli 1 pucuk Colt, lalu diklaim dibuang ke laut

Sementara satu anggota lain, Andre Somai, dilaporkan telah meninggal dunia.

🚨 Publik Kini Menunggu Transparansi Polda NTT

Kasus ini kini jadi sorotan tajam publik. Banyak pihak mulai mempertanyakan konsistensi penegakan etik dan hukum di internal kepolisian Polda NTT.

Terlebih, dugaan perbedaan perlakuan antaranggota dalam kasus yang sama terus memicu polemik baru. (Vic-BF/Vip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *