Sate Payau Kalimantan Timur, Kuliner Langka dari Daging Rusa yang Masih Diburu Pecinta Rasa

Sate Payau (Foto: Istimewa)
Sate Payau bukan sekadar hidangan khas Kalimantan Timur. Di balik kelezatannya, kuliner ini menyimpan kisah tentang tradisi yang perlahan semakin sulit ditemui.

DI TENGAH beragam kuliner Nusantara, Sate Payau tetap memiliki tempat istimewa di hati para pencinta makanan khas daerah. Meski kini semakin langka, hidangan berbahan dasar daging rusa itu masih muncul dalam sejumlah festival di Kalimantan Timur dan selalu menarik perhatian pengunjung.

🦌 Kuliner Khas yang Kini Semakin Sulit Ditemukan

Sate Payau merupakan makanan khas Kalimantan Timur yang sudah cukup populer, terutama di kalangan wisatawan pecinta kuliner.

Berbeda dengan sate pada umumnya, hidangan ini menggunakan daging rusa sebagai bahan utama. Tekstur dagingnya dikenal lebih lembut dan empuk dibandingkan daging sapi, sehingga menghadirkan cita rasa yang khas.

Namun, keberadaan Sate Payau kini tidak lagi mudah dijumpai. Rusa merupakan satwa yang dilindungi sehingga kuliner ini ikut menjadi semakin langka.

🎉 Masih Hadir di Sejumlah Festival

Meski sulit ditemukan dalam keseharian, Sate Payau masih dapat dijumpai pada beberapa festival yang digelar di Kalimantan Timur.

Keberadaannya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada masyarakat maupun wisatawan yang datang berkunjung.

🍢 Bumbu Sederhana dengan Cita Rasa Khas

Resep Sate Payau menggunakan sekitar 500 gram daging rusa yang dipotong sesuai selera dan ditusuk seperti sate pada umumnya.

Bumbunya terdiri dari cabai merah keriting, bawang putih, tomat, gula merah, garam, kecap manis, serta minyak goreng.

Seluruh bumbu direbus, kemudian dihaluskan sebelum dicampurkan dengan daging dan didiamkan selama sekitar 20 menit agar meresap.

Setelah itu, daging ditusuk dan dibakar di atas bara api sambil sesekali diolesi bumbu hingga matang.

🌿 Menjadi Bagian Kekayaan Kuliner Kalimantan Timur

Kelangkaan Sate Payau menjadikannya salah satu kuliner yang memiliki nilai budaya tersendiri.

Hidangan ini tidak hanya menawarkan cita rasa yang berbeda, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi kuliner dan perlindungan satwa.

Karena itulah, Sate Payau kini lebih sering hadir sebagai bagian dari festival budaya yang memperkenalkan kekayaan kuliner Kalimantan Timur kepada masyarakat luas.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *