Rujak Cingur Pernah Disebut Favorit Firaun? Begini Fakta di Balik Kisah Viral Itu

Foto: Istimewa
Rujak cingur kembali menjadi perbincangan setelah sebuah hikayat viral menyebut kuliner khas Surabaya itu pernah menjadi makanan favorit Raja Firaun. Namun, benarkah kisah tersebut memiliki dasar sejarah?

DI TENGAH derasnya informasi yang beredar di media sosial, kisah unik sering kali menarik perhatian publik. Salah satunya adalah cerita tentang rujak cingur yang diklaim berasal dari Mesir dan pernah disajikan untuk Raja Firaun. Meski terdengar menarik, para pemerhati sejarah mengajak masyarakat melihat kisah itu secara lebih bijak.

📖 Hikayat yang Mengundang Rasa Penasaran

Cerita tersebut berawal dari sebuah hikayat yang beredar luas. Dalam kisah itu disebutkan, rujak cingur merupakan makanan asal Mesir yang ditemukan oleh seseorang bernama Abdul Rozak.

Hikayat itu bahkan menyebut makanan tersebut dipersembahkan kepada Raja Firaun Hanyokrowati saat merayakan ulang tahun. Konon, sang raja begitu menyukai hidangan itu hingga menjadikannya makanan favorit.

Cerita inilah yang kemudian kembali viral dan memancing rasa penasaran banyak orang.

🏛️ Pemerhati Sejarah: Itu Hanya Guyonan

Pemerhati sejarah dan budaya Surabaya, Kuncarsono Prasetyo, menilai hikayat tersebut tidak perlu dipahami sebagai fakta sejarah.

“Itu tulisan guyonan. Sanepan kalau boso Surabayanya,” ujar Kuncarsono.

Menurutnya, cerita tersebut lebih tepat dipandang sebagai humor atau sindiran khas masyarakat Surabaya, bukan hasil penelitian sejarah.

🌏 Rujak Ternyata Juga Ada di Negara Lain

Meski membantah asal-usul Mesir dalam hikayat tersebut, Kuncarsono menjelaskan bahwa konsep makanan rujak memang tidak hanya ditemukan di Indonesia.

Ia menyebut Malaysia juga memiliki makanan serupa yang dikenal dengan nama rojak.

“Memang gak hanya di Indonesia. Di Malaysia juga ada rujak. Sebutannya rojak,” tuturnya.

Ia menambahkan, rojak di Malaysia umumnya dijual atau dibuat oleh masyarakat keturunan India dengan campuran buah, petis, dan berbagai bahan lain.

“Di Malaysia kebanyakan yang (menjual atau membuat) orang India. Ya gitu campuran-campuran varian ditambahi petis buah-buahan. Sebenarnya konsepnya sama ya dicampur-campur gitu,” imbuhnya.

🍛 Pengaruh Kuliner India di Nusantara

Kuncarsono juga menjelaskan bahwa banyak menu makanan di Indonesia mendapat pengaruh budaya India.

Sebagai contoh, ia menyebut roti maryam dan gule yang mudah ditemukan di kawasan Sunan Ampel, Surabaya.

“Saya gak tahu ya apakah rujak itu dibawa dari India atau tidak. Karena soal menu makanan ini kan kita banyak dipengaruhi dari India,” jelasnya.

Namun, hingga kini ia mengaku belum menemukan riset yang membuktikan bahwa rujak berasal dari Mesir.

“Ya ini malah bilang dari Mesir. Tapi saya nggak tahu ya karena belum baca soal riset rujak. Tapi saya anggap guyonan,” katanya.

💬 Di Balik Cerita Viral, Ada Pelajaran Berharga

Kisah rujak cingur favorit Firaun memang berhasil menarik perhatian publik karena terdengar unik dan menghibur.

Namun, penjelasan dari pemerhati sejarah mengingatkan bahwa tidak semua cerita yang viral memiliki dasar sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, keberadaan rujak atau rojak di berbagai negara justru menunjukkan bahwa perjalanan sebuah kuliner sering kali dipengaruhi oleh interaksi budaya yang panjang. Karena itu, masyarakat diajak menikmati kisah-kisah semacam ini sebagai bagian dari cerita budaya, sambil tetap mengedepankan fakta ketika membahas sejarah.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *