Gonggong khas Kepulauan Riau** bukan sekadar hidangan laut biasa. Di balik bentuknya yang menyerupai keong, kuliner ini menyimpan pengalaman unik yang membuat banyak wisatawan penasaran sekaligus ketagihan.
BAGI sebagian orang, menyantap Gonggong mungkin terasa menantang. Namun, bagi masyarakat Kepulauan Riau, siput laut ini sudah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner yang selalu hadir di meja makan maupun pusat wisata seafood.
🌊 Negeri Laut yang Melahirkan Kuliner Ikonik
Kepulauan Riau merupakan provinsi yang hampir 96 persen wilayahnya berupa lautan. Kekayaan laut tersebut menjadikan daerah ini sebagai surga bagi pencinta seafood.
Melalui slogan “Berpancang Amanah, Bersauh Marwah”, Kepulauan Riau dikenal sebagai destinasi wisata sekaligus pusat kuliner laut. Di antara beragam hidangan laut, Gonggong menjadi salah satu ikon yang paling dicari wisatawan.
🚗 Perjalanan Singkat Menuju Sensasi Berbeda
Di Kota Batam, wisatawan dapat menikmati Gonggong di rumah makan terapung kawasan Tanjung Piayu.
Dari Batam Center, perjalanan menuju lokasi hanya memakan waktu sekitar 40 menit menggunakan kendaraan roda empat. Sepanjang perjalanan, wisatawan disuguhi berbagai pusat kuliner dan pemandangan khas pesisir.
Sesampainya di lokasi, pengunjung dapat memilih sendiri seafood segar sebelum dimasak dengan cita rasa khas Melayu.
🐚 Siput Laut yang Membuat Banyak Orang Penasaran
Nama Gonggong sering mengundang senyum karena identik dengan suara anjing. Padahal, Gonggong merupakan biota laut endemik Kepulauan Riau.
Siput laut berukuran hingga tujuh sentimeter itu memiliki nama latin **Strombus Canurium** dan termasuk kelompok moluska.
Keunikan bentuk serta kelangkaannya di luar Kepulauan Riau membuat Gonggong menjadi kuliner wajib bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
🍽️ Menikmati Gonggong Butuh Kesabaran
Kenikmatan Gonggong tersembunyi di balik cangkangnya.
Wisatawan biasanya membutuhkan tusuk gigi untuk mengeluarkan dagingnya. Bagi yang baru pertama kali mencoba, proses ini sering menjadi pengalaman tersendiri.
Masyarakat setempat lebih sering menyajikan Gonggong dengan cara direbus tanpa tambahan bumbu. Proses memasaknya pun hanya sekitar 10 hingga 15 menit.
Selain direbus, Gonggong juga diolah menjadi tumisan, sate, saus tiram, pedas manis, hingga rebus sambal jeruk.
💬 Dari Geli Menjadi Ketagihan
Seorang warga mengatakan Gonggong hampir selalu tersedia di pusat kuliner terkenal di Batam.
“Gonggong ini seperti jadi makanan wajib kalau di pusat-pusat kuliner di Batam dan sekitarnya. Hampir pusat kuliner ternama pasti menyediakan Gonggong.”
Sementara itu, Kevin mengakui tidak semua orang langsung berani mencobanya.
“Untuk rasa, Gonggong lebih terasa manis dan segar. Bagi yang tidak biasa memang geli, tetapi rasa tidak perlu diragukan lagi. Nikmat dan nagih.”
📍 Kuliner yang Sulit Ditemukan di Daerah Lain
Gonggong menjadi salah satu alasan wisatawan kembali berkunjung ke Kepulauan Riau.
Selain rasanya yang khas, kuliner ini juga sulit ditemukan di luar daerah asalnya. Harga Gonggong matang berkisar Rp60 ribu hingga Rp80 ribu, sedangkan yang masih mentah dijual sekitar Rp20 ribu hingga Rp40 ribu.
Wisatawan dapat menikmati Gonggong di sejumlah kawasan kuliner seperti Piayu Laut, Marina, Batam Center, Bengkong Laut, hingga Barelang.
✨ Pengalaman yang Lebih dari Sekadar Makan
Bagi banyak orang, mencicipi Gonggong bukan hanya soal menikmati seafood. Pengalaman membuka cangkang, mencicipi rasa manis alami, hingga menikmati suasana pesisir Batam menjadi cerita yang sulit dilupakan.
Di tengah kekayaan laut Kepulauan Riau, Gonggong tetap menjadi simbol kuliner lokal yang berhasil menghadirkan pengalaman berbeda bagi setiap orang yang datang.(*/Red.01-BF)











