Rupiah “Goyah” ke Level Terlemah Nyaris Rp17.500!

Bakal Makin Terjun atau Rebound?

Olahgrafis Cover: Vico Patty-BF

🔥 Dompet makin tipis? Siap-siap, karena nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS kembali loyo dan menyentuh level yang bikin ketar-ketir. Meski ekonomi dalam negeri lagi tumbuh positif, tekanan global ternyata jauh lebih galak dan memaksa mata uang Garuda bertekuk lutut.

BEBER FAKTA – Mata uang kebanggaan kita kembali terkoreksi cukup dalam. Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah di pasar spot melemah 0,17% ke level Rp17.424 per Dolar AS pada Selasa (5/5). Sementara itu, data Jisdor Bank Indonesia malah mencatat angka yang lebih ngeri, yakni Rp17.425. Kondisi ini jelas membuat para pelaku usaha dan pemburu gadget impor mulai was-was.


Baca Berita Sambil Dengerin Musik Yuuuk!!:🔥di Kota Kupang Gas LPG Naik Hampir 2 Kali Lipat Dalam Hitungan Minggu

🚀 Ada Kabar Baik dari Dalam Negeri

Walaupun angka di layar terlihat merah, sebenarnya Indonesia punya modal kuat untuk melawan. Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menyebut pertumbuhan ekonomi kita mencapai 5,61% pada kuartal I-2026. Selain itu, inflasi yang terjaga dan surplus neraca dagang jadi “peluru” cadangan untuk memperkuat kurs.

“Dengan berbagai good news yang ada dari domestik, harusnya investor asing masuk ke pasar saham maupun pasar surat utang negara. Itulah yang seharusnya bisa membuat Rupiah kita menguat besok,” ujar Myrdal.

 

⚔️ Timur Tengah Jadi “Biang Kerok”

Namun, Myrdal memperingatkan bahwa situasi global sedang tidak baik-baik saja. Konflik di Timur Tengah yang memanas dan harga minyak mentah dunia yang melonjak jadi faktor utama pelemah. Jika situasi makin kacau, jangan kaget kalau Rupiah tembus angka psikologis baru.

“Jika sentimen negatif dari Timur Tengah terus terjadi, Rupiah berpotensi mendekati level psikologis di Rp17.500 per Dolar AS,” tambahnya.
📊 Prediksi Analis untuk Hari Ini

Senada dengan Myrdal, Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai Rupiah sebenarnya sudah “jenuh jual” atau oversold. Artinya, ada peluang besar untuk rebound alias menguat secara teknikal. Tapi, pasar masih menunggu data ekonomi penting dari Amerika Serikat seperti data lowongan kerja (JOLTS) dan indeks jasa (ISM).

Lukman memprediksi Rupiah akan bergerak di rentang Rp17.375 – Rp17.500 per Dolar AS untuk hari Rabu (6/5). Jadi, buat kamu yang punya rencana transaksi valas, pantau terus pergerakan grafiknya ya! (***/Vip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *