Kasus dugaan pembunuhan berencana di Kota Kupang kembali menyita perhatian publik. Polisi akhirnya memperagakan kronologi kejadian di lima lokasi berbeda di wilayah Oebufu hingga Kelapa Lima. Namun situasi mendadak tegang ketika rekonstruksi di titik terakhir tidak dapat dilanjutkan.
Polisi Peragakan Detik-Detik Kejadian
BEBER FAKTA — Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTT menggelar rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Lucky Sanu dan Delfi Foes.

Rekonstruksi berlangsung Jumat (13/3/2026) di beberapa titik lokasi di Kota Kupang.
Sejak pagi, penyidik mulai memperagakan kronologi kejadian bersama tersangka serta sejumlah saksi.
Selain itu, polisi ingin memastikan setiap detail peristiwa sesuai dengan keterangan yang telah diperoleh selama proses penyidikan.
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menjelaskan tujuan utama kegiatan tersebut.
Menurutnya, rekonstruksi membantu penyidik menyusun gambaran utuh terkait rangkaian peristiwa yang terjadi.
“Melalui rekonstruksi ini, penyidik memperjelas kronologi berdasarkan keterangan tersangka dan para saksi,” jelasnya.
Dari Oebufu Sampai Kelapa Lima
Polisi memperagakan sejumlah adegan penting di lima lokasi berbeda.
Lokasi tersebut antara lain:
- Depan Toko Sablon Bhineka Oebufu
- Depan Alfamart TDM 5 Oebufu
- Depan Indomaret TDM 2 Oebufu
- Warung Bakso Ria TDM Oebufu
- Depan Gudang Taksi Gogo Kelapa Lima
Selanjutnya, tersangka memperagakan berbagai adegan yang menggambarkan tahapan peristiwa.
Adegan tersebut mulai dari tahap perencanaan hingga terjadinya dugaan tindak pidana.
Keluarga Korban Ikut Menyaksikan
Rekonstruksi berlangsung terbuka.
Selain aparat penegak hukum, polisi juga menghadirkan keluarga korban serta keluarga tersangka.

Karena itu, proses penyidikan dapat disaksikan langsung oleh kedua pihak.
Kabidhumas Polda NTT menegaskan bahwa penyidik menjalankan seluruh tahapan sesuai standar operasional prosedur.
Selain itu, polisi juga menjaga situasi tetap aman selama kegiatan berlangsung.
Titik Kelima Mendadak Dihentikan
Empat titik pertama berjalan aman dan tertib.
Namun situasi berubah saat tim tiba di lokasi kelima di wilayah Kelapa Lima.
Petugas akhirnya menghentikan rekonstruksi karena waktu sudah mendekati petang.
Selain itu, kondisi lokasi juga dinilai kurang kondusif untuk melanjutkan kegiatan.
“Penundaan dilakukan demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” jelas Kabidhumas.
Polisi Dokumentasikan Semua Adegan
Selama kegiatan berlangsung, tim juga merekam setiap adegan rekonstruksi.
Petugas mengambil foto dan video sebagai bagian dari administrasi penyidikan.
Selain itu, dokumentasi tersebut menjadi arsip resmi bagi institusi kepolisian.
Sementara itu, Polda NTT memastikan penyidikan kasus ini terus berjalan secara profesional dan transparan. (Def-BF/Vip)











