Kabar duka datang dari NTT. Seorang anggota polisi ditemukan tewas diduga bunuh diri. Utang besar disebut jadi pemicu utama.
BEBER FAKTA – Kasus mengejutkan terjadi di Manggarai Timur. Seorang anggota polisi, Bripka Alexander Riberu, diduga mengakhiri hidupnya sendiri pada Selasa, 14 April 2026.
Namun, hingga kini polisi masih mendalami penyebab pasti. Meski begitu, dugaan kuat sudah mengarah pada tekanan ekonomi.
“Dugaan kuat motifnya karena depresi dan tekanan oleh utang yang besar,” tegas Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri, Kamis (16/4/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa informasi tersebut diperoleh dari rekan-rekan korban yang memiliki hubungan utang-piutang.
Meski isu judi online sempat mencuat, pihak kepolisian langsung membantah.
“Belum arah ke sana, ponselnya belum kami periksa,” ujarnya singkat.
Sempat Konsumsi Miras Sebelum Kejadian
Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban ternyata sempat menghabiskan waktu bersama seorang pemuda berinisial D (18).
Keduanya minum minuman keras (miras) sekitar pukul 15.00 Wita.
Setelah itu, D meninggalkan korban untuk mencukur rambut. Namun, situasi berubah drastis.
Tak lama kemudian, D mendapat kabar untuk mencari korban. Sayangnya, korban tidak ditemukan di pos polisi.
Hingga akhirnya, sekitar pukul 17.20 Wita, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
Korban tergeletak tengkurap di sebuah bangunan tak terpakai dekat pos, dengan tali nilon terlilit di leher.
“Saat ditemukan korban sudah tewas gantung diri,” ungkap Ahmad.
Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
Kapolres Manggarai Timur, AKBP Haryanto, memastikan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan.
“Begitu menerima informasi, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan TKP serta evakuasi,” jelasnya.
Tim identifikasi bersama tenaga medis segera melakukan pemeriksaan.
Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Disimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri,” tambahnya.
Pihak keluarga pun telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak autopsi.
Polda NTT Sampaikan Duka Mendalam
Polda NTT juga langsung merespons kejadian ini secara humanis.
Proses pemulasaraan hingga pemulangan jenazah ke rumah duka di Cancar turut dibantu penuh.
Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menyampaikan duka mendalam.
“Kami keluarga besar Polda NTT sangat kehilangan. Almarhum adalah sosok anggota yang berdedikasi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban.
Selain itu, peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh anggota.
“Solidaritas dan kepedulian antaranggota harus terus diperkuat,” tegasnya.
Kasus ini menjadi alarm serius. Tekanan mental dan beban ekonomi bisa berdampak fatal jika tidak ditangani. (Vic-BF/Vip)











