KOTA KUPANG, beberfakta.web.id – Pemerintah Kota Kupang kini memperkuat kualitas data stunting dari tingkat kecamatan hingga puskesmas. Tujuannya agar perencanaan kebijakan penurunan stunting lebih tepat, cepat, dan terukur.

Rapat pembahasan data Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting berlangsung di Bappeda Kota Kupang, Rabu, 21 Januari 2026. Acara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Bappeda, Wildrian Ronald Otta, S.STP, MM.
Pertemuan ini merupakan respons terhadap arahan Baperida Provinsi NTT untuk merapikan data Analisis Situasi tahun 2025. Data yang akurat penting agar intervensi penanganan stunting lebih efektif pada 2026.

Mengapa Data Akurat Penting
Dalam pertemuan tersebut ditegaskan bahwa indikator seperti jumlah ibu hamil yang mengonsumsi makanan beragam dan balita yang menerima MP-ASI masih ditafsirkan berbeda di setiap wilayah.
Baca juga: “DPRD Kota Kupang Desak Pemerintah Soal Transparansi Pajak PLN”
Wildrian akrab disapa Andre Otta menekankan bahwa data tidak boleh bias atau tumpang tindih. Penyamaan pemahaman indikator bertujuan agar data bisa digunakan lintas sektor, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan lembaga lainnya.

Pembahasan juga menekankan pentingnya pangan lokal dan pemanfaatan pekarangan keluarga sebagai bagian dari solusi. Para camat melihat pendekatan lokal ini meningkatkan kecukupan gizi anak sesuai budaya setempat.
Program Penanganan di Lapangan
Kota Kupang sudah menerapkan berbagai intervensi spesifik untuk mempercepat penurunan kasus. Misalnya:
- Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita berisiko.
- Distribusi tablet tambah darah dan pemeriksaan ibu hamil lengkap.
- Susu Pangan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) untuk bayi dan balita stunting.
- Kerja sama lintas sektor mulai dari puskesmas, posyandu, sampai kelompok masyarakat.
Selain itu, dukungan alat medis seperti antropometri dan USG di puskesmas dinilai membantu skrining gizi anak dan ibu hamil.
Tenggat Waktu Penyelesaian Data
Sebagai hasil pertemuan, semua pihak sepakat bahwa data Analisis Situasi harus selesai pada minggu berjalan. Targetnya, data sudah lengkap paling lambat Jumat, 22 Januari 2026.
Nonton Video Beber Fakta di Tiktok @beber_fakta: “Anggaran Untuk Rakyat”
Data rampung ini akan menjadi dasar utama percepatan penurunan stunting di Kota Kupang pada 2026. Dengan data lebih akurat, intervensi kesehatan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. (*/Tim-BF/Vip)











