🔥Pemilik Apotek Allmendo Farma di Lasiana Ditemukan Tewas Tergantung

Diduga Bunuh Diri

Ilustrasi/Olahgrafis: Vico Patty-BF

Warga Lasiana, Kota Kupang, dikejutkan dengan kabar meninggalnya seorang perempuan muda pemilik apotek pada Minggu sore. Sosok yang dikenal ramah, aktif, dan pekerja keras itu ditemukan tergantung tak bernyawa di tempat usahanya sendiri. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi warga sekitar yang masih sulit percaya dengan peristiwa tersebut.

 

BEBER FAKTA – Suasana di kawasan RT 24 RW 06, Kelurahan Lasiana, Kota Kupang, mendadak berubah muram pada Minggu (26/4/2026) sore.

Seorang perempuan berusia 28 tahun, yang dikenal sebagai pemilik sekaligus apoteker di Apotek Allmendo Farma, ditemukan meninggal dunia di tempat usahanya sendiri.

Korban pertama kali ditemukan oleh adik laki-lakinya sekitar pukul 17.30 WITA. Saat itu, sang adik memutuskan membuka pintu apotek karena merasa khawatir. Sejak pagi, korban tak memberi kabar, padahal biasanya apotek sudah mulai beroperasi sejak pagi hari.

 

🔥Dikenal Ceria dan Rajin Bekerja

Kabar duka itu langsung menyebar cepat. Warga sekitar dan para penghuni kos di dekat lokasi mengaku sangat terpukul karena korban dikenal sebagai sosok yang ramah dan penuh semangat.

“Terakhir lihat tadi malam. Orangnya ceria, jadi kami tidak menyangka,” ujar Rara, salah satu penghuni kos di sekitar lokasi.

Menurut Rara, korban memang dikenal sangat aktif mengurus usahanya sendiri.

“Dia sering tidur di apotek. Biasanya buka setiap hari, pagi sudah buka dan tutup sekitar jam 11 malam. Tapi hari ini tidak buka dari pagi,” katanya.

Namun, pada malam terakhir sebelum ditemukan meninggal, Rara mengaku sempat melihat perubahan pada raut wajah korban.

“Tadi malam lihat dia seperti termenung, seperti sedang pikir sesuatu,” tambahnya.

 

⚡Polisi Pasang Garis Pengaman

Pemilik kos, Yoes Nempung, turut membenarkan identitas korban.

“Yang meninggal perempuan. Dia apoteker yang punya apotek. Terakhir saya lihat kemarin sebelum saya pergi ke Kupang,” ungkapnya.

Tak lama setelah penemuan tersebut, warga mulai berdatangan ke lokasi. Suasana di depan apotek pun dipenuhi kerumunan masyarakat yang ingin mengetahui kejadian itu secara langsung.

Akibatnya, arus lalu lintas di ruas jalan depan lokasi sempat melambat.

Aparat kepolisian kemudian memasang garis polisi untuk mengamankan area dan membatasi akses warga ke tempat kejadian.

Sementara itu, jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Titus Uly guna penanganan lebih lanjut.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. (Vic-BF/Vip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *