🔥 Pasar Alak Sepi, Tinggal 2 Pedagang Bertahan PD Pasar Tutup Mata

Olahgrafis: Vico Patty-BF

Baru diresmikan, tapi kini sepi memprihatinkan. Pasar Alak di Kota Kupang nyaris mati—dan pedagang mulai angkat suara!

 

🛑 Pasar Baru, Tapi Sunyi Seperti Ditinggal

Awalnya penuh harapan. Namun kini, Pasar Alak justru berada di titik kritis. Aktivitas pasar merosot tajam. Bahkan, hanya dua pedagang yang masih bertahan.

Kondisi ini langsung memicu tanda tanya besar. Pasalnya, saat peresmian pada 3 Desember lalu, Wali Kota Kupang, Christian Widodo, sempat menyebut pasar ini sebagai “ruang rezeki dan harapan”.

Namun realitas berbicara lain. Pasar justru sepi, nyaris tanpa pembeli.

 

💔 Pedagang Rugi Jutaan, Nangis Lihat Kondisi

Salah satu pedagang, Idha Rihi Nawa, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia bahkan sudah menghabiskan Rp18 juta untuk membangun lapak.

Namun, hasilnya nihil.

“Saya tidak punya pilihan selain bertahan, meski rugi. Saya mau menangis saja lihat dua pedagang itu, pagi-pagi pikul barang dagangan tapi tidak ada satu pun pengunjung yang datang,” ungkap Idha dengan nada getir.

Ia tetap bertahan. Meski begitu, kerugian terus menghantui setiap hari.

 

😡 PD Pasar Dituding Tutup Mata

Kekecewaan pedagang makin memuncak. Mereka menilai PD Pasar tidak menunjukkan respons serius.

Laporan sudah berkali-kali dikirim. Bahkan, bukti video kondisi pasar juga sudah dibagikan ke grup koordinasi yang melibatkan Dirut PD Pasar, Ganda Tallo.

Namun, tidak ada tindakan nyata.

Pedagang merasa ditinggalkan. Mereka berjuang sendiri tanpa dukungan.

⚠️ Pedagang Liar Jadi Biang Masalah?

Masalah utama mulai terungkap. Pedagang kaki lima menjamur di sepanjang Jalan Alak, terutama di depan kawasan Angkatan Laut.

Akibatnya, warga memilih belanja di pinggir jalan. Mereka enggan masuk ke dalam pasar resmi.

Padahal sebelumnya, Wali Kota Christian Widodo berjanji akan menertibkan pedagang liar tersebut.

Kini, janji itu dipertanyakan.

 

🔥 DPRD Turun Tangan, Desak Wali Kota Bertindak

Situasi ini akhirnya memantik reaksi keras dari DPRD Kota Kupang.

Anggota DPRD, Yafet Horo, langsung mendesak pemerintah kota untuk bertindak cepat.

Ia menegaskan bahwa bangunan yang dibangun dari uang rakyat tidak boleh dibiarkan sia-sia.

Selain itu, ia juga meminta penertiban pedagang liar segera dilakukan.

“Nasib pedagang yang jujur tidak boleh dikorbankan akibat lemahnya pengawasan,” tegas Yafet.

 

🚨 Dari Harapan Jadi Kerugian

Kontras dengan janji awal, Pasar Alak kini justru menjadi sumber kerugian.

Harapan pedagang perlahan berubah jadi kekecewaan.

Jika tidak ada langkah tegas dalam waktu dekat, pasar ini terancam benar-benar mati sebelum berkembang. (Vic-BF/Vip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *