Misteri kematian Yerdi Efrosina Bekliu di kamar kost kawasan Oesapa Barat, Kota Kupang, masih menyita perhatian publik. Polisi akhirnya buka suara soal proses penyelidikan yang kini terus berjalan, termasuk hasil autopsi yang masih menunggu analisa lanjutan dari tim forensik.
BEBER FAKTA- Audiensi Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Djoko Lestari dengan keluarga korban, tim kuasa hukum dari DPD KAI NTT, hingga akademisi dari UPG 45 Kupang di Ruang Gelar Sat Reskrim Polresta Kupang Kota, Rabu (20/5), ungkap misteri kematian Yerdi Bekliu.
🚨 Polisi Klaim Sudah Hubungi Keluarga Sejak Awal
Kapolresta Kupang Kota menegaskan polisi langsung mencari keluarga korban usai temuan jasad Yerdi di dalam kamar kost, Sabtu 9 Mei 2026.
“Karena identitas jenazah jelas, sejak awal saat polisi melakukan olah TKP, kami segera mencari keluarga korban untuk memberitahukan,” ujar Kombes Djoko.
Selain itu, polisi mengaku sempat kesulitan memastikan penyebab kematian korban saat melakukan visum luar.
“Saat visum luar dilakukan, penyebab kematian belum bisa dipastikan,” katanya.
BACA JUGA: “Je-Lo Nekat Jual BBM Ilegal Demi Hidupi Tiga Dapur!”
Karena itu, polisi kemudian meminta persetujuan keluarga untuk melakukan autopsi.
“Untuk mengetahui sebab kematian korban, harus dilakukan autopsi,” lanjutnya.
Autopsi akhirnya dilakukan pada Minggu sore, 10 Mei 2026 setelah keluarga korban memberikan persetujuan resmi.
🧪 Sampel Tubuh Korban Dibawa ke Bali
Kapolresta juga mengungkapkan sejumlah sampel tubuh korban telah dibawa ke Laboratorium Forensik di Bali untuk diperiksa lebih lanjut.
“Polisi sudah berangkat ke Bali membawa beberapa sampel dari tubuh korban yang diambil saat autopsi,” jelasnya.
Kasat Reskrim Polresta Kupang Kota bahkan disebut sudah kembali dari Bali membawa hasil pemeriksaan awal. Namun, hasil itu masih harus dikonsultasikan lagi dengan dokter forensik di Kupang.
Selain pemeriksaan di Bali, beberapa bagian tubuh korban juga masih diperiksa di Rumah Sakit Umum di Kupang.
“Kalau semua hasil sudah keluar, nanti dokter forensik akan menganalisa lebih lanjut,” katanya.
Karena itu, polisi belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian Yerdi.
🔍 Kronologis singkat Penemuan Korban
Menurut keterangan dari Kapolresta Kupang Kota, awal pertama, korban ditemukan adalah ketika dua keponakan korban yang hendak mengantarkan obat kumur Lasterine kepada korban, tak kunjung mendapat respon ketika mengetuk kamar korban.
“Saat itu, ada dua keponakan korban yang hendak mengantarkan obat Lasterine kepada korban, karena korban diketahui sedang mengalami sakit pada gusinya,” jelas Djoko.
Karena tidak ada jawaban walaupun sudah mengetuk pintu dan jendela kamar korban berulang kali, maka keduanya berinisiatif meminta pertolongan kepada tetangga kost korban dan kepada bapak kost untuk membuka paksa pintu kamar korban.
“Setelah pintu kamar kost berhasil didobrak, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan posisi tengkurap di atas tempat tidurnya tanpa busana, hanya sehelai kain yang menutup area sekitar paha belakang bagian atas,” tambah Kapolresta Djoko.
🩸 Polisi Ungkap Temuan Darah Dekat Jendela Kost
Salah satu fakta yang bikin publik geger yakni temuan bercak darah di sekitar kamar korban.
Kapolresta menyebut polisi menemukan darah kering hingga darah setengah basah di dekat jendela kamar korban.
“Bekas darah itu terlihat bukan seperti percikan darah, tetapi seperti darah yang diludahkan,” ungkapnya.
Namun, polisi menduga darah tersebut bisa berkaitan dengan kondisi korban yang sedang mengalami sakit pada bagian gusi gigi.
Kemungkinan tersebut, terkait dengan kedatangan pertama dua orang keponakan yang sedianya akan mengantarkan obat kumur merk Lasterine kepada korban yang sedang saki, hingga menemukan korban sudah tak bernyawa di dalam kamar kost.
Meski begitu, polisi menegaskan dugaan tersebut belum bisa dipastikan sebelum hasil pemeriksaan lengkap keluar.
🏠 Kondisi Kamar Kost Jadi Sorotan
Dalam audiensi itu, polisi juga membeberkan kondisi kamar kost korban saat ditemukan.
Menurut keterangan polisi, pintu dan jendela kamar dalam kondisi tertutup. Namun, gagang pintu disebut rusak dan hanya bisa dikunci dari luar menggunakan gembok.
Sementara dari dalam, pintu dikaitkan menggunakan paku.
“Kalau dari dalam bukan dikunci pakai grendel, tetapi dikaitkan menggunakan paku,” jelas Kapolresta.
Posisi kamar korban berada di bagian belakang rumah pemilik kost. Semua akses keluar masuk disebut harus melewati rumah pemilik kost.
👀 Keluarga Desak Polisi Periksa CCTV dan HP Korban
Pihak keluarga korban bersama tim kuasa hukum dari DPD KAI NTT meminta polisi memperdalam penyelidikan, terutama terkait komunikasi terakhir korban.
Mereka mendesak polisi memeriksa isi handphone korban dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kost.
Selain itu, keluarga juga menyoroti kondisi jendela kamar yang dalam video saat pertama kali kamar korban berhasil didobrak hingga terbuka. Di dalam video itu terlihat jendela kamar korban tidak tertutup sempurna.
“Kami meminta polisi memeriksa komunikasi terakhir korban melalui handphone dan CCTV di sekitar lokasi kost, juga ada beberapa vdeo yang tersebar saat kamar didobrak, memperlihatkan jendela kamar korban yang tidak tertutup atau terkunci dengan sempurna,” tegas pihak keluarga.
Tak hanya itu, keluarga juga meminta polisi memeriksa pemilik kost karena akses menuju kamar korban hanya melewati rumah tersebut.
Mereka turut meminta polisi mengungkap dugaan luka di mulut korban, lebam di punggung, hingga kondisi alat vital korban yang disebut bengkak.
⚖️ Polisi Minta Publik Jangan Termakan Isu Liar
Di akhir audiensi, Kapolresta Kupang Kota meminta semua pihak bersabar dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan.
“Tidak ada kepentingan lain selain menegakkan hukum dan memberikan rasa keadilan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi liar yang beredar di media sosial.
Menurutnya, seluruh proses mulai dari visum hingga autopsi membutuhkan tahapan dan waktu sebelum hasil resmi diumumkan ke publik.
🔍 Fakta Penting Kasus Yerdi yang Jadi Sorotan
- Polisi belum mengumumkan penyebab pasti kematian korban
- Sampel autopsi diperiksa di Labfor Bali
- Polisi masih memeriksa saksi-saksi sekitar kost
- Darah ditemukan di dekat jendela kamar korban
- Keluarga mendesak pemeriksaan CCTV dan HP korban
- Kondisi pintu dan jendela kamar kost jadi perhatian publik
(Vic-BF/Vip)











