Presiden Prabowo Subianto memberi waktu satu bulan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyisir ulang data penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Evaluasi itu dipastikan akan mengurangi jumlah penerima manfaat dari angka saat ini, 62,7 juta orang.
BEBER FAKTA— Pemerintah mengalihkan fokus program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari mengejar jumlah penerima menjadi memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran. Presiden Prabowo Subianto juga meminta BGN meningkatkan kualitas pelaksanaan program, termasuk mencegah kembali terjadinya kasus keracunan.
📌 BGN Pastikan Jumlah Penerima MBG Berkurang
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan jumlah penerima manfaat MBG saat ini mencapai 62,7 juta orang. Namun, angka tersebut masih akan dikaji ulang dalam waktu satu bulan sesuai arahan Presiden Prabowo.
Agustina menyebut jumlah penerima kemungkinan akan turun setelah proses verifikasi selesai.
“Bahwa angkanya sekarang sih sebenarnya sudah ada gambarannya, kita akan turun dari itulah (62,7 juta). Tapi, angka finalnya nanti tunggu saja ya, sampai benar-benar final lah,” kata Agustina dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).
Baca Berita Terkait: Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Baru 45 Hari Menjabat
🎯 Fokus pada Kualitas dan Ketepatan Sasaran
Agustina menegaskan Presiden Prabowo tidak lagi menitikberatkan target pada besarnya jumlah penerima MBG.
Menurutnya, pemerintah kini lebih mengutamakan kualitas pelaksanaan agar program benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
“Kan pak Presiden sudah pesan, beliau tidak lagi menargetkan angka tertentu, tapi perbaiki kualitas. Benar-benar yang memang tepat sasaran,” kata Agustina.
Ia juga menyampaikan arahan Presiden agar BGN mengevaluasi berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG.
“Lalu tadi, jangan lagi ada keracunan. Coba evaluasi apa, termasuk kemarin susu,” sambungnya.
🔍 BGN Review Seluruh Data Penerima
Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Prima Yosephine, mengatakan BGN akan meninjau ulang seluruh data penerima bersama tim terkait.
Proses tersebut bertujuan menetapkan kembali indikator penerima manfaat agar pelaksanaan MBG berjalan sesuai target.
“Kita akan me-review ulang semua data. Nanti kemudian kita akan tentu akan bersama-sama dengan pimpinan untuk kemudian menetapkan lagi, termasuk tentu target tadi. Indikator apa yang paling penting untuk bisa kita tuangkan lagi supaya tentu pengelolaan dari MBG kita ini betul-betul bisa mencapai target yang memang diharapkan dengan pelaksanaannya,” jelas Prima.
BGN akan menggunakan hasil evaluasi tersebut untuk menetapkan jumlah penerima manfaat MBG secara final setelah proses penyisiran data selesai.(*/Red.03-BF)











