Minuman Botol Terbuka, Batas Aman Konsumsi Menurut Ahli agar Terhindar dari Bakteri

Foto: Ilustrasi
Kebiasaan menyimpan sisa minuman botol untuk diminum nanti memang terasa praktis. Namun, di balik kebiasaan itu, bakteri bisa berkembang tanpa disadari dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

BEBER FAKTA — Hampir setiap orang pernah menyimpan sisa teh, susu, atau air minum dalam botol yang sudah dibuka. Sebagian memilih memasukkannya ke kulkas, lalu meminumnya kembali beberapa jam atau bahkan keesokan hari. Padahal, cara sederhana itu tetap memiliki batas aman.

🥤 Kebiasaan Sehari-hari yang Perlu Diubah

Minuman kemasan menjadi teman banyak orang saat bekerja, belajar, maupun bepergian. Namun, begitu segel terbuka, kualitas minuman mulai berubah dan risiko kontaminasi meningkat.

Menurut pakar teknologi pangan sekaligus Ketua Umum Pergizi Pangan, **Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, M.S.**, minuman botol yang sudah dibuka sebaiknya tidak dikonsumsi lebih dari dua hari jika disimpan di dalam kulkas.

“Kalau dia misalnya minum teh dalam botol, mereknya apa pun terserah, di kulkas paling maksimum 2 hari,” kata Prof. Hardinsyah.

🦠 Saat Bakteri Mulai Masuk ke Dalam Botol

Risiko kontaminasi menjadi lebih besar ketika minuman diminum langsung dari botol. Bakteri dari bibir dapat berpindah ke dalam minuman dan berkembang selama penyimpanan.

“Iya (kalau sudah dibuka rentan kontaminasi), apalagi langsung menempel ke bibir kan, di bibir kita kan banyak bakteri. Kecuali mungkin pakai sedotan, terus sedotannya dibuang, ya terus sisanya taruh di kulkas, ya mungkin (lebih rendah risiko kontaminasinya),” jelas Prof. Hardinsyah.

Sementara itu, susu sebaiknya dihabiskan pada hari yang sama atau maksimal dalam 24 jam setelah dibuka.

“Tapi kalau susu tetap sebaiknya hari itu juga, kalau air putih, teh, masih bisa bertahan 2 hari lah,” tambahnya.

🥛 Minuman yang Paling Rentan Rusak

Jus, susu, dan minuman berbahan santan menjadi jenis minuman yang paling mudah mengalami kontaminasi setelah kemasannya dibuka.

Selain mengubah cita rasa, penyimpanan yang tidak tepat juga dapat menurunkan kandungan vitamin, terutama jika minuman dibiarkan pada suhu ruangan.

“Selain perubahan cita rasa, bisa berpengaruh pada kandungan vitamin, seperti vitamin B. Ini terjadi kalau minuman tadi diletakkan di suhu ruangan tanpa pendingin,” tandasnya.

📋 BPOM Ingatkan Cara Penyimpanan

BPOM memang tidak menetapkan batas aman yang sama untuk semua minuman. Namun, melalui Pedoman Label Pangan Olahan, produsen wajib mencantumkan petunjuk penyimpanan dan masa aman produk setelah dibuka.

Sebagai contoh, susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu 0–4 derajat Celsius dan sebaiknya dikonsumsi dalam waktu empat hari setelah dibuka. Masyarakat juga perlu selalu memperhatikan tanggal kedaluwarsa karena produk yang melewati masa tersebut dapat memicu keracunan makanan dan gangguan pencernaan.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *