KPID NTT meminta masyarakat dan lembaga penyiaran menjaga etika pemberitaan gempa Flores. KPID juga mengingatkan agar korban tidak dijadikan konten untuk mengejar popularitas atau keuntungan.
BEBER FAKTA—Ketua KPID NTT Yohanes Hamba Lati menyampaikan imbauan tersebut melalui Surat Himbauan Nomor: 036/KPID-NTT/HM/VIII/2026.
Imbauan itu terbit di tengah bencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores. KPID mengajak masyarakat menjaga ruang informasi tetap sehat, akurat, edukatif, dan manusiawi.
🕊️ KPID Minta Korban Tetap Dihormati
Yohanes menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut. Ia juga mengajak masyarakat mendoakan korban agar mendapat keselamatan, kekuatan, dan ketabahan.
Menurut Yohanes, informasi memegang peran penting saat bencana. Karena itu, masyarakat harus memperhatikan akurasi dan dampak informasi terhadap korban serta keluarganya.
“Kita ingin ruang informasi tetap sehat, akurat, edukatif dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan. Jangan sampai informasi yang kita sebarkan justru menambah penderitaan korban dan keluarga,” kata Yohanes, seperti dikutip NTTPedia.id, Sabtu (15/8/2026).
🚫 Jangan Sebarkan Foto Korban Secara Sembarangan
Yohanes mengimbau masyarakat tidak menyebarkan foto atau video korban dengan luka berat. Ia juga meminta masyarakat tidak menampilkan jenazah atau kondisi yang memicu trauma.
Privasi, martabat, dan hak korban serta keluarga harus tetap dihormati. Karena itu, dokumentasi untuk kepentingan publik harus tetap memperhatikan perlindungan korban.
Yohanes meminta identitas korban, terutama anak-anak, tetap terlindungi. Salah satunya dengan mengaburkan wajah dan menghindari gambar yang tidak pantas.
📢 Waspadai Informasi yang Belum Terverifikasi
KPID NTT juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Informasi keliru dapat menimbulkan kepanikan di tengah situasi bencana.
“Utamakan informasi dari sumber resmi seperti BMKG, BPBD, Basarnas, pemerintah daerah dan lembaga berwenang lainnya,” katanya.
KPID meminta masyarakat mengutamakan informasi dari lembaga resmi. Langkah itu penting untuk memastikan informasi bencana tetap akurat.
📺 Lembaga Penyiaran Diminta Pegang Etika
KPID NTT juga mengingatkan seluruh lembaga penyiaran di NTT terkait pemberitaan gempa Flores. Media diminta berpedoman pada etika jurnalistik serta P3SPS.
Pemberitaan bencana harus mengutamakan akurasi dan kepentingan publik. Selain itu, media perlu mengedepankan empati dan perlindungan kelompok rentan.
Yohanes menegaskan musibah tidak boleh menjadi sekadar konten. Popularitas, jumlah penonton, maupun keuntungan tidak boleh mengalahkan kepentingan korban.
🤝 Media Didorong Bangun Solidaritas
KPID NTT mendorong media dan masyarakat menggunakan ruang informasi untuk edukasi dan solidaritas. Informasi mengenai keselamatan dan penanganan bencana perlu menjadi prioritas.
Selain itu, masyarakat dapat menyebarkan informasi mengenai kebutuhan korban dan bantuan yang diperlukan. Informasi tersebut diharapkan membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Gunakan media untuk membantu, mengedukasi dan membangun solidaritas. Di tengah musibah seperti ini, kita harus memastikan informasi yang disampaikan tidak menambah luka bagi mereka yang sedang menghadapi bencana,” pungkas Yohanes. (Vic-BF/Red.01-BF)











