Gila! Perpustakaan Undana Diserbu Mahasiswa, Tembus 600 Orang per Hari!

Foto: undana.ac.id/Olahgrafis: Vico Patty-BF

Fenomena baru di Undana! Perpustakaan mendadak ramai, ratusan mahasiswa rela “nongkrong” demi literasi!

 

Perpustakaan Undana Mendadak “Full House”!

BEBER FAKTA – Tren literasi di Universitas Nusa Cendana makin menggila di awal 2026. Perpustakaan kampus ini kini dipadati mahasiswa setiap hari.

Berdasarkan laporan terbaru UPT Perpustakaan, jumlah kunjungan harian bahkan menembus 600 pemustaka. Angka ini melonjak tajam dibanding periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, grafik kunjungan terus naik sejak Januari hingga Februari 2026. Artinya, minat baca mahasiswa benar-benar sedang “on fire”.

 

📚 Anak Teknik & Sains Jadi “Penghuni Tetap”

Menariknya, lonjakan ini didominasi mahasiswa dari Fakultas Sains dan Teknik (FST) serta FKIP.

Beberapa jurusan seperti Teknik Elektro, Pendidikan Biologi, dan Biologi murni bahkan masuk daftar pengunjung paling aktif.

Kepala UPT Perpustakaan, Silvester Tena, menjelaskan bahwa kebutuhan referensi jadi faktor utama.

Menurutnya, mahasiswa eksakta membutuhkan banyak jurnal dan buku teknis, terutama untuk tugas akhir.

Selain itu, ketersediaan koleksi terbaru juga mendorong mahasiswa betah berlama-lama di ruang baca.

 

📊 Lonjakan Tajam, Naik Jauh dari Tahun Lalu

Jika dibandingkan 2025, selisihnya cukup mencolok. Pada Februari 2026, kunjungan harian sempat menyentuh 615 orang.

Sebaliknya, tahun lalu angka itu masih berkisar di bawah 400. Jadi, kenaikannya sangat signifikan.

Tak hanya itu, suasana perpustakaan kini lebih nyaman. Ditambah lagi, kampus menghadirkan program reward untuk mahasiswa paling rajin berkunjung.

Bahkan, Undana menggandeng mitra transportasi daring untuk memberi hadiah bagi 10 pengunjung teraktif setiap bulan.

 

🚀 Literasi Naik, Undana Siap Gas Lebih Jauh!

Pihak kampus langsung mengapresiasi tren positif ini. Mereka menilai lonjakan kunjungan sebagai tanda meningkatnya kepercayaan mahasiswa terhadap fasilitas kampus.

Ke depan, Undana akan terus mengembangkan perpustakaan. Mulai dari digitalisasi koleksi hingga penyediaan ruang diskusi modern.

Dengan langkah ini, perpustakaan tidak lagi sekadar tempat baca, tetapi menjadi pusat belajar dan riset yang adaptif. (Sumber: undana.ac.id/Ing/Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *