Gas Industri Mahal, 55 Ribu Pekerja Terancam PHK! Istana Langsung Bergerak

Prasetyo Hadi - Mensesneg (Foto Istimewa)
Ancaman PHK massal membayangi puluhan ribu pekerja akibat mahalnya harga gas industri. Pemerintah pun bergerak cepat agar gelombang pemutusan kerja bisa dicegah.

BEBER FAKTA – Harga gas industri yang terus tinggi memicu kekhawatiran besar di kalangan buruh. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menyebut sekitar 55 ribu pekerja terancam kehilangan pekerjaan jika masalah ini tak segera diselesaikan.

Karena itu, pemerintah membentuk Satgas Mitigasi PHK yang dipimpin Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, untuk mencari solusi secepatnya.

🔥 Pemerintah Janji Solusi dalam Dua Hari

Prasetyo memastikan pemerintah telah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Selain itu, arahan Presiden Prabowo Subianto menjadi dasar untuk mempercepat penyelesaian persoalan gas industri.

“Dalam satu-dua hari ini kita akan ambil keputusan untuk memastikan sektor industri dapat berjalan sebagaimana yang seharusnya.”

Ia menegaskan pemerintah ingin memastikan pasokan gas tetap tersedia sehingga perusahaan tidak perlu melakukan perampingan tenaga kerja.

⚠️ Buruh: Situasinya Sangat Kritis

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengungkapkan satu perusahaan, PT Granito, sudah menutup operasinya dan melakukan PHK terhadap seluruh pekerjanya.

“55.000 sudah terancam di depan mata.”

Menurut Andi Gani, keputusan pemerintah dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan nasib puluhan ribu pekerja.

“Ini dapat saya katakan sangat kritis.”

☎️ Dasco Langsung Telepon Dirut Pertamina

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad langsung menghubungi Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, saat menghadiri Rakernas KSPI.

“Saya mau tanya dulu soal gas industri, apakah ada jalan keluar?”

Menanggapi hal itu, Simon memastikan Pertamina segera berkoordinasi dengan PGN agar harga gas industri menjadi lebih kompetitif.

“Kita lakukan yang terbaik agar segera ada perbaikan.”

Pemerintah berharap kebijakan yang segera diumumkan mampu menjaga operasional industri sekaligus menyelamatkan ribuan lapangan kerja.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *