Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan Artificial Intelligence (AI) harus memperkuat peran guru, bukan menggantikannya. Ia menyampaikan hal itu saat kegiatan penyerahan bantuan infrastruktur dan pelatihan AI bagi tenaga pendidik SD dan SMP di Kota Kupang, Senin (10/8).
BEBER FAKTA — Kegiatan berlangsung di Hotel Aston Kupang dan menjadi bagian dari kolaborasi Pemerintah Kota Kupang dengan PT Telkom Indonesia. Program tersebut mencakup bantuan 40 unit komputer untuk 40 sekolah serta pelatihan AI bagi tenaga pendidik.
🤖 AI untuk Memperkuat Pembelajaran
dr. Christian Widodo meminta para guru mempelajari, memahami, dan memanfaatkan AI untuk mendukung proses pembelajaran. Menurutnya, teknologi tersebut dapat membantu guru menemukan bahan ajar, mengembangkan ide pembelajaran, serta membuat materi visual lebih menarik bagi siswa.
“Jangan AI yang menguasai kita, tetapi kita yang harus menguasai AI. AI tidak akan menggantikan peran guru, karena guru mendidik dengan hati. AI justru harus menjadi alat yang memperkuat guru,” tegas dr. Christian Widodo.
Ia juga mengingatkan aparatur dan tenaga pendidik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
🌐 Kolaborasi Jadi Kunci
dr. Christian Widodo mengapresiasi kolaborasi Pemkot Kupang dan Telkom dalam memperkuat infrastruktur digital serta kapasitas tenaga pendidik. Ia menilai kolaborasi semakin penting di tengah tantangan efisiensi anggaran yang dihadapi pemerintah. Menurutnya, pemerintah dapat mengatasi berbagai keterbatasan melalui kerja bersama masyarakat, dunia usaha, komunitas, lembaga keagamaan, dan elemen lainnya.
Baca Juga: Korupsi Makan Bergizi Gratis: Kejagung Periksa 16 Saksi Baru!
“Kalau ingin berjalan cepat, berjalanlah sendirian. Tetapi kalau ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama. Hari ini adalah wujud nyata bahwa kita memilih untuk berjalan bersama,” ungkapnya.
dr. Christian Widodo juga menekankan pentingnya data akurat untuk merumuskan kebijakan yang tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat.
🎓 Investasi pada Sumber Daya Manusia
dr. Christian Widodo menilai kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni penyerahan komputer dan pelatihan AI. Ia menyebut program itu sebagai bentuk investasi terhadap manusia. Menurutnya, pembangunan Kota Kupang tidak hanya berfokus pada fisik dan infrastruktur.
“Dengan berinvestasi pada manusia, kita sedang menjaga masa depan bangsa. Dari tangan para guru hari ini, kelak akan lahir dokter, pengacara, pilot, ASN, TNI-Polri, dan berbagai profesi hebat lainnya,” ujarnya.
Karena itu, ia menilai pembangunan kota juga harus diarahkan pada pembangunan sumber daya manusia.
💻 Telkom Dorong Transformasi Digital
Manager General Support Divisi Telkom Regional III, Nugroho Adi Pracoyo, MM., menegaskan komitmen Telkom untuk terus bersinergi dengan Pemkot Kupang. Menurut Nugroho, sinergi tersebut tidak hanya mencakup pendidikan, tetapi juga berbagai aspek pembangunan dan digitalisasi.
Telkom memberikan dukungan infrastruktur digital berupa komputer kepada 40 sekolah sekaligus menggelar pelatihan AI bagi tenaga pendidik.
🔗 Program Diharapkan Berkelanjutan
Nugroho berharap program tersebut tidak berhenti sebagai proyek satu kali. Ia mendorong adanya strategi keberlanjutan dan pengembangan program ke depan. Menurutnya, transformasi pendidikan membutuhkan guru yang mampu memanfaatkan teknologi untuk membangun ekosistem pembelajaran inklusif dan kreatif.
Ia juga menilai tantangan pendidikan tidak hanya menyangkut perangkat keras. Literasi digital dan konektivitas juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan.
“Mudah-mudahan simpul kolaborasi yang kita susun ini menjadi starting point bahwa memajukan dunia pendidikan adalah kewajiban kita bersama,” pungkas Nugroho.
👥 Unsur yang Hadir
Kegiatan tersebut turut dihadiri Manager Government Service Witel Nusa Tenggara Agustin Albertina, Head of Telkom Daerah Kupang Agustina Meme Goran, serta Nugroho Adi Pracoyo, MM.
Hadir pula Waldeni dan tim Yayasan Bhakti Unggul Negeri, Yandres dan tim Sahabat Education, Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Kupang, serta para kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Kupang.(*/Red.01-BF)











