Nasib tenaga honorer di Kota Kupang yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), termasuk tenaga berstatus R4 yang belum terdata dalam basis data resmi pemerintah, menjadi perhatian serius dari Walikota Kupang, dr. Christian Widodo.
SELASA 7 Oktober 2025 lalu, dr. Chris, menyambangi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) didampingi oleh Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kupang, Ade Manafe, serta dari pihak tenaga honorer ikut dua perwakilan tenaga kependidikan, Agustinus Lega Suban dan Kurnia Aked serta seorang guru honorer berstatus R4, Rismanto M.
Kunjungan dr. Chris ke Kemenpan RB itu guna memperjuangkan nasib tenaga honorer khususnya tenaga kependidikan dan guru berstatus R4, termasuk tenaga kesehatan sukarela dan guru R5 yang belum terakomodir dalam proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ikhwal kunjungan ke Kemenpan RB ini adalah tindak lanjut dari pertemuan di RUmah Jabatan Walikota Kupang antara Walikota Kupang, dr. Christian Widodo dengan tenaga honorer pendidikan dan kesehatan yang dinyatakan TMS pada Seleksi PPPK tahap 2, serta tenaga honorer R4 dan R5.

Saat pertemuan itu, dr. Chris menyampaikan keterbatasan wewenang Pemerintah Kota Kupang terkait hasil Seleksi PPK karena hasil seleksi adalah kewewenangan dari Pemerintah Pusat.
Namun demikian, dr. Chris Widodo tetap berkomitmen untuk menjembatani aspirasi dari tenaga honorer dengan Pemerintah Pusat, melalui kementerian terkait. Komitmen dr. Christian Widodo itu dituangkan dalam kunjungan kerjanya ke Kemenpan RB di Jakarta Selasa (7/10/2025).
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan konsultasi dan koordinasi terkait mekanisme seleksi PPPK dan status tenaga honorer non-ASN, termasuk tenaga berstatus R4 yang belum terdata dalam basis data resmi pemerintah meskipun telah lama mengabdi.
Pihak Kemenpan RB dalam pertemuan tersebut meminta agar para tenaga honorer tetap mengikuti seluruh tahapan proses yang sedang berjalan, sembari menunggu ketentuan dan kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Usai pertemuan, Walikota Christian menyampaikan apresiasi kepada perwakilan tenaga honorer atas semangat dan kesabaran mereka dalam mengikuti proses yang ada.
Ia juga menegaskan kembali komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk terus mendukung perjuangan para tenaga honorer.
“Jangan kehilangan harapan, karena harapanlah yang membuat kita tetap bertahan dan melangkah maju,” pesan Walikota. (Tim-BF/Vip)











