Golongan Darah Paling Sehat? Ini Fakta Medis A, B, AB, dan O

Foto: Ilustrasi
Tidak ada golongan darah yang secara medis disebut paling sehat. Namun, golongan A, B, AB, dan O memiliki perbedaan risiko terhadap sejumlah kondisi kesehatan.
Setiap Golongan Darah Punya Risiko Berbeda

BEBER FAKTA—Golongan darah selama ini dikenal dalam kebutuhan donor dan transfusi darah. Namun, penelitian medis juga menemukan kaitan antara golongan darah dengan risiko penyakit tertentu.

Perbedaan tersebut berkaitan dengan karakteristik biologis setiap golongan darah. Karena itu, tidak tepat menyebut satu golongan darah sebagai yang paling sehat.

Berikut sejumlah risiko dan keunggulan yang dikaitkan dengan masing-masing golongan darah.

Golongan Darah A

Pemilik golongan darah A memiliki beberapa karakteristik yang berbeda. Tubuh mereka cenderung kurang menarik bagi nyamuk.

Selain itu, golongan darah A disebut lebih kebal terhadap Norovirus. Virus tersebut dapat menyebabkan muntah dan gangguan saluran pencernaan.

Baca juga: MoU KIB-JAMKRIDA NTT Buka Jalan Penjaminan Investor di Bolok

Namun, golongan darah A juga memiliki sejumlah risiko kesehatan. Secara genetis, golongan ini dikaitkan dengan kadar kolesterol LDL yang lebih tinggi.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke iskemik dini. Pemilik golongan darah A juga memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker lambung dan pankreas.

Riset juga menunjukkan tubuh pemilik golongan darah A memproduksi kortisol lebih banyak. Kondisi tersebut dikaitkan dengan kerentanan terhadap stres.

Golongan Darah B

Golongan darah B memiliki sejumlah risiko yang relatif lebih rendah. Pemiliknya disebut memiliki risiko lebih rendah terkena batu ginjal, kanker lambung, dan kanker kandung kemih.

Tubuh mereka juga memiliki pertahanan terhadap bakteri Helicobacter pylori. Bakteri tersebut menjadi salah satu penyebab tukak lambung.

Selain itu, golongan darah B dikaitkan dengan perlindungan terhadap patogen seperti cacar dan malaria. Namun, golongan ini juga memiliki beberapa risiko.

Studi menunjukkan pemilik golongan darah B lebih rentan terhadap tuberkulosis (TBC) dan kolera. Risiko penyakit jantung, kanker pankreas, hipertensi, dan diabetes tipe 2 juga tercatat lebih tinggi.

Golongan Darah AB

Golongan darah AB memiliki keunggulan dalam transfusi. Pemilik AB+ dapat menerima donor darah dari berbagai golongan.

Plasma darah golongan AB juga memiliki peran penting dalam dunia medis. Plasma tersebut banyak dibutuhkan untuk pasien trauma dan luka bakar.

Baca juga: Serangan Jantung Tanpa Nyeri Dada Intai Kelompok Khusus Ini

Namun, golongan AB memiliki risiko lebih tinggi terhadap pembekuan darah. Risiko peradangan pembuluh darah dan serangan jantung koroner juga menjadi perhatian.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology menemukan risiko masalah memori dan berpikir lebih tinggi pada golongan AB.

Risikonya tercatat 82 persen lebih tinggi dan dapat berkaitan dengan demensia pada usia lanjut. Kondisi tersebut dikaitkan dengan kadar Faktor VIII yang lebih tinggi.

Golongan Darah O

Golongan darah O dikenal luas sebagai donor universal, khususnya O-. Golongan ini juga memiliki sejumlah risiko kesehatan yang lebih rendah.

Baca juga: Stunting di Kupang 16 Persen, Pemkot Gandeng Yayasan dan Dunia Usaha

Berdasarkan data American Heart Association (AHA), golongan darah O memiliki risiko lebih rendah terhadap serangan jantung.

Golongan ini juga memiliki risiko lebih rendah terhadap pembekuan darah di paru-paru. Risiko stroke tercatat 12 persen lebih rendah.

Pemilik golongan darah O juga disebut lebih terlindungi dari gejala berat COVID-19. Namun, mereka memiliki beberapa kerentanan lain.

Golongan darah O menjadi target utama Norovirus dan gigitan nyamuk. Pemiliknya juga lebih rentan mengalami tukak lambung dan pendarahan berat setelah operasi.

Pada perempuan, sejumlah studi menemukan kaitan golongan darah O dengan kendala kesuburan. Risiko tersebut dikaitkan dengan jumlah dan kualitas sel telur yang cenderung lebih rendah. Golongan darah O juga dikaitkan dengan risiko hipertensi selama kehamilan.

Tidak Ada Golongan Darah yang Paling Sehat

Perbedaan karakteristik tersebut menunjukkan setiap golongan darah memiliki kelebihan dan risiko masing-masing.

Karena itu, golongan darah tidak dapat menjadi satu-satunya indikator untuk menentukan kondisi kesehatan seseorang. Faktor kesehatan lain tetap perlu diperhatikan dalam menilai risiko penyakit.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *