Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, resmi membuka Pelatihan Jurnalistik Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi NTT, Rabu (5/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa tantangan terbesar pers di era kecerdasan buatan (AI) bukan teknologi, melainkan menjaga kepercayaan publik.
BEBER FAKTA — Pelatihan berlangsung di Aula Sekretariat SMSI NTT selama dua hari, 5–6 Agustus 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Kekuatan Influencer vs Wartawan: Masih Perlukah Wartawan?” dan diikuti 34 peserta dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur.
📰 Wali Kota Tekankan Pentingnya Kepercayaan Publik
dr. Christian Widodo mengatakan pers memiliki peran penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, program pembangunan yang baik tetap membutuhkan penyampaian informasi yang benar, jelas, dan edukatif.
“Tantangan terbesar pers yang tidak akan lekang oleh waktu bukanlah sekadar ancaman AI, maraknya influencer, atau gempuran hoaks. Semua itu ada masa waktunya. Namun, tantangan terbesarnya adalah menjaga kepercayaan publik,” ujar dr. Christian Widodo.
Ia menilai media yang mampu menjaga independensi dan kepercayaan masyarakat akan tetap dibutuhkan meski teknologi terus berkembang.
Selain itu, ia mengkritik fenomena media sosial yang lebih mengejar jumlah penonton dan interaksi tanpa mengutamakan kebenaran informasi. Menurutnya, keberhasilan karya jurnalistik diukur dari tingkat kepercayaan publik terhadap berita yang disajikan.
🤝 Pemkot Kupang Perkuat Dukungan untuk Pers
Sebagai bentuk dukungan terhadap insan pers, Wali Kota meminta Dinas Kominfo Kota Kupang menggandeng lima jurnalis bersertifikasi dari SMSI NTT pada anggaran perubahan mendatang. Mereka akan membantu mengawal sekaligus mempublikasikan program Pemerintah Kota Kupang.

dr. Christian Widodo juga menyerahkan bantuan satu unit laptop untuk mendukung operasional Sekretariat SMSI NTT.
📚 SMSI NTT Perkuat Kompetensi Jurnalis
Ketua SMSI Provinsi NTT, Benediktus S. S. Jahang, mengatakan organisasinya kini menaungi lebih dari 90 media siber dan jumlahnya terus bertambah.
Menurutnya, SMSI tidak hanya mengembangkan bisnis media, tetapi juga aktif menggelar uji kompetensi wartawan, diskusi publik, hingga kegiatan sosial.
“Teknologi digital melaju pesat, namun kecepatan tidak boleh mengorbankan kebenaran. Wartawan media siber harus tetap memegang teguh etik, verifikasi, dan keseimbangan berita,” kata Benediktus.
Ia menambahkan pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan jurnalis memanfaatkan teknologi tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik.
🎓 Diikuti 34 Peserta dari Berbagai Daerah
Ketua Panitia, Cosmas Damius Ola, menjelaskan pelatihan berlangsung selama dua hari dan diikuti 34 peserta.
Baca juga: Mendagri, “Bagus Walikotanya!” – Kota Kupang Rajai PBG di NTT
Peserta berasal dari media siber, media cetak, radio, televisi, serta humas instansi pemerintah dan BUMD dari Kota Kupang, Kabupaten Malaka, Rote Ndao, dan Sabu Raijua.
Pelatihan membahas teknik penulisan straight news, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Pedoman Pemberitaan Media Siber, serta pentingnya menjaga independensi pers di tengah perkembangan AI.
🎤 Hadirkan Praktisi dan Wartawan Senior
Tiga narasumber mengisi pelatihan tersebut.
Dr. Pius Rengka membahas peran wartawan dan influencer di era digital. Frans Pati Herin dari Kompas memberikan materi teknik penulisan straight news dan penerapan Kode Etik Jurnalistik. Sementara Dion DB Putra memperkuat wawasan peserta mengenai dinamika pers daerah.
Acara pembukaan turut dihadiri Ketua SMSI NTT Benediktus S. S. Jahang beserta pengurus, Kepala Dinas Kominfo Kota Kupang Ariantje M. Baun, Camat Oebobo Zet Batmalo, Plt. Lurah TDM, Ketua RT 34 selaku tuan rumah Sekretariat SMSI NTT, serta para narasumber.(*/Red.01-BF)











