Kaktus bukan lagi sekadar tanaman hias. Di Jepang, tanaman berduri ini justru naik kelas menjadi superfood yang diklaim kaya nutrisi dan punya banyak manfaat kesehatan.
BEBER FAKTA – Tren makanan sehat di Jepang kembali mencuri perhatian. Kali ini, giliran kaktus pir berduri (prickly pear cactus) yang mulai diolah menjadi aneka menu, mulai dari pizza, tempura, sate, quiche hingga mi dingin. Tak hanya unik, tanaman ini juga disebut menyimpan segudang manfaat bagi tubuh.
🌵 Kaya Nutrisi, Cocok untuk Pola Hidup Sehat
Dalam 149 gram kaktus pir berduri terkandung sekitar 61 kalori, 5 gram serat, vitamin C, magnesium, kalium, dan kalsium. Karena itu, tanaman ini membantu menjaga pencernaan, daya tahan tubuh, sekaligus mendukung tekanan darah tetap stabil.
Selain dapat dimakan mentah, rasanya juga ringan dan menyegarkan sehingga semakin diminati masyarakat Jepang.
💪 Penelitian Ungkap Potensi Besar
Popularitas kaktus ikut mendorong penelitian. Chubu University bahkan mendirikan pusat riset khusus pada 2024.
“Saya yakin kaktus memiliki potensi besar sebagai pangan fungsional,” kata Mamoru Tanaka, profesor madya bidang pangan dan gizi.
Penelitian tersebut menunjukkan bubuk kaktus mampu meningkatkan kadar mucin, protein pelindung usus yang berperan menghalangi masuknya virus sekaligus memperkuat sistem imun pada hewan uji.
✨ Tiga Manfaat yang Paling Banyak Disorot
Selain kaya antioksidan, kaktus pir berduri juga berpotensi:
* Menjaga kesehatan kulit dan rambut.
* Membantu mengontrol gula darah berkat kandungan pektin.
* Melindungi kesehatan hati melalui efek antioksidan dan antiperadangan.
Meski begitu, para peneliti menegaskan manfaat tersebut masih memerlukan uji klinis lebih lanjut pada manusia.
⚠️ Jangan Konsumsi Berlebihan
Walau tergolong aman, konsumsi berlebihan dapat memicu diare, perut kembung, mual, hingga gangguan pencernaan akibat tingginya kandungan serat.
Selain itu, duri halus (glochids) pada kulit buah wajib dibersihkan sebelum dikonsumsi agar tidak melukai kulit maupun tertelan.
🌍 Digadang Jadi Pangan Masa Depan
FAO sejak 2017 telah menilai kaktus pir berduri sebagai tanaman yang tahan perubahan iklim dan berpotensi menjadi sumber pangan masa depan. Kini, popularitasnya terus meningkat di Jepang, bahkan mulai dijual di sejumlah supermarket sebagai bahan makanan sehat.(*/Red.01-BF)











