Daerah  

Viral! Guru Hamil di Rote Ndao Antar Rapor Naik Motor, Kadis Pendidikan Akhirnya Minta Maaf

Foto : Istimewa
Kisah seorang guru hamil yang tetap mengantar rapor siswa dengan sepeda motor di Rote Ndao memicu sorotan publik. Setelah menuai kritik, Kepala Dinas Pendidikan akhirnya buka suara dan meminta maaf.

BEBER FAKTA – Polemik pengantaran rapor langsung ke rumah siswa di Kabupaten Rote Ndao menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kebijakan yang awalnya dimaksudkan untuk mempererat hubungan guru dan orang tua justru memicu kritik setelah seorang guru hamil dilaporkan ikut turun ke lapangan mengantar rapor.

Peristiwa itu membuat banyak pihak mempertanyakan pelaksanaan kebijakan yang dinilai kurang mempertimbangkan kondisi para tenaga pendidik.

🚨 Guru Hamil Tetap Antar Rapor

Sejumlah guru mengaku harus mendatangi puluhan rumah siswa yang tersebar di berbagai wilayah dengan akses jalan yang tidak selalu mudah.

Sorotan publik semakin menguat setelah muncul informasi bahwa seorang guru yang sedang hamil tua tetap mengendarai motor demi mengantar rapor kepada siswa.

Kondisi tersebut memicu kritik karena dianggap menambah beban kerja guru di tengah masa pembagian rapor dan libur sekolah.

🗣️ Kadis Pendidikan Minta Maaf

Menanggapi polemik yang berkembang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao, Morids D. E. Bulan, akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada para guru dan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa arahan tersebut hanya berupa imbauan lisan saat rapat bersama kepala sekolah, bukan perintah wajib yang harus dilaksanakan seluruh sekolah.

“Imbauan ini sebenarnya tidak diwajibkan untuk semua sekolah. Harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Apalagi kalau ada guru yang lagi hamil, jelas tidak harus mengantar rapor siswa.”

Menurut Morids, tujuan awal kebijakan itu adalah membangun komunikasi yang lebih dekat antara guru dan orang tua siswa.

⚠️ Dianggap Terjadi Salah Tafsir

Morids mengakui kemungkinan terjadi miskomunikasi saat imbauan tersebut diterapkan di lapangan.

Ia menjelaskan bahwa pengantaran rapor tidak harus dilakukan sekaligus dalam satu hari dan dapat disesuaikan dengan waktu luang selama masa libur sekolah.

“Mungkin satu hari antar rapor satu atau dua siswa saja untuk isi waktu libur. Tidak perlu repot mengantar semuanya sekaligus dalam satu hari.”

Karena itu, ia menilai muncul kesalahpahaman yang membuat sebagian guru merasa harus menyelesaikan seluruh proses dalam waktu singkat.

🙏 Janji Evaluasi Total

Meski polemik sempat meluas, Morids tetap memberikan apresiasi kepada para guru yang menjalankan imbauan tersebut.

Ia secara khusus menyampaikan penghargaan kepada tenaga pendidik yang tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam melayani siswa.

Selain itu, Dinas Pendidikan Rote Ndao berjanji melakukan evaluasi menyeluruh agar kebijakan serupa ke depan lebih mempertimbangkan kondisi guru di lapangan.

“Hal ini tetap akan kami evaluasi total agar ke depannya penataan pendidikan di Rote Ndao jadi lebih baik lagi.”

Polemik ini pun menjadi pengingat bahwa setiap kebijakan pendidikan membutuhkan komunikasi yang jelas agar tujuan baik tidak berubah menjadi kontroversi.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *