🔥Halal Bihalal Undana 2026: Rektor Bicara Krisis Global, Toleransi Jadi Kunci!

Olahgrafis: Vico Patty-BF

Di tengah dunia yang penuh konflik, Universitas Nusa Cendana (Undana) justru menghadirkan pesan kuat: kebersamaan dan toleransi adalah kunci bertahan. Halal Bihalal 2026 bukan sekadar tradisi, tapi alarm kemanusiaan.

Grafis: undana.ac.id

Hangat, Tapi Sarat Pesan Global

BEBER FAKTA – Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah, Selasa, 31 Maret 2026. Kegiatan berlangsung di ruang teater Rektorat Undana.

Acara ini langsung menyatukan pimpinan, dosen, dan mahasiswa dalam suasana hangat. Namun, lebih dari itu, forum ini menghadirkan refleksi serius soal kondisi dunia.

Rektor Undana, Prof. Jefri Samuel Bale, memimpin langsung kegiatan tersebut bersama jajaran pimpinan universitas.

Foto: Vico Patty-BF

Rektor: Dunia Lagi Tidak Baik-Baik Saja

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan rasa syukur atas kebersamaan yang masih bisa dirasakan.

Namun, ia langsung mengingatkan kondisi global yang penuh tantangan. Konflik di berbagai wilayah dunia terus memberi dampak luas.

Karena itu, ia menilai momen kebersamaan seperti ini sangat berharga.

Selain itu, ia mengajak seluruh civitas akademika untuk mendoakan masyarakat terdampak konflik dan krisis ekonomi, termasuk di NTT.

 

Idul Fitri Jadi Momentum Kembali ke Fitrah

Rektor menekankan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan.

Sebaliknya, momen ini harus menjadi titik kembali ke fitrah. Semua pihak diajak membersihkan hati dan memperkuat relasi kemanusiaan.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh civitas akademika yang merayakan.

Menariknya, ia turut memberi ucapan untuk Hari Raya Nyepi dan Paskah. Menurutnya, keberagaman ini adalah kekuatan besar NTT.

 

Toleransi Jadi Identitas, Bukan Sekadar Slogan

Rektor menilai beriringannya hari besar keagamaan menjadi simbol kuat persaudaraan.

Karena itu, ia mengajak semua pihak menjaga narasi positif di kampus.

Ia menegaskan pentingnya komunikasi sehat, saling menghargai, dan budaya saling memaafkan.

Dengan begitu, lingkungan kampus tetap kondusif dan produktif.

 

Sinyal WFA? Undana Mulai Siapkan Opsi

Selain isu sosial, Rektor juga menyinggung kemungkinan kebijakan Work From Anywhere (WFA).

Langkah ini muncul sebagai respons terhadap dampak global, termasuk potensi krisis energi.

Meski belum resmi, opsi ini mulai dikaji serius oleh pihak kampus.

 

Undana Bukan Sekadar Kampus

Rektor menegaskan Undana adalah ekosistem kehidupan.

Semua elemen punya peran penting, mulai dari pimpinan hingga mahasiswa.

Karena itu, kolaborasi menjadi kunci untuk mendorong kemajuan institusi.

 

Makna Halal Bihalal: Lebih dari Sekadar Tradisi

Sementara itu, Prof. Reinner Ishaq Lerrick menjelaskan makna filosofis halal bihalal.

Menurutnya, halal bihalal adalah pertemuan dua hal baik yang diridai Tuhan.

Ketika dua pihak saling memaafkan, maka tercipta nilai kemanusiaan yang tinggi.

Ia juga mengajak civitas kembali ke fitrah sebagai dasar membangun kampus berdaya saing global.

 

Dari Kampus untuk Dunia

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Namun, di balik itu, tersimpan pesan kuat: persatuan dan toleransi harus terus dijaga.

Undana membuktikan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang membangun nilai kemanusiaan. (Vic-BF/Vip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *