KOTA KUPANG, beberfakta.web.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menggandeng Universitas Nusa Cendana untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah. Kedua pihak sepakat menggeser pola konsumtif masyarakat menuju produktif berbasis kewirausahaan.

Kesepakatan itu mengemuka dalam audiensi di Rumah Jabatan Gubernur, Sabtu (21/2). Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima langsung Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Jefri S. Bale, bersama jajaran pimpinan kampus.
Mitigasi Kemiskinan Berbasis Riset
Gubernur Melki menegaskan pentingnya peran kampus dalam merespons persoalan daerah. Ia meminta Undana memetakan isu kemiskinan ekstrem dan stunting secara akademik.

Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan NTT turun dari 19 persen menjadi 17,5 persen. Namun, pada saat yang sama, angka stunting justru meningkat.
Karena itu, ia mendorong Undana menyusun rekomendasi kebijakan berbasis riset. Selain itu, ia berharap hasil kajian bisa menjadi dasar kebijakan provinsi dan kabupaten.
“Beberapa hal perlu diperiksa kembali secara akademik. Undana harus mengidentifikasi persoalan dasar dan merumuskan solusi konkret,” tegas Melki.
Skema “KUR Masuk Kampus”
Sebagai langkah lanjutan, Pemprov NTT menggagas program “KUR Masuk Kampus”. Program ini membuka akses Kredit Usaha Rakyat bagi mahasiswa dan alumni.
Melki menjelaskan, skema tersebut bertujuan mendorong generasi muda terjun ke sektor produktif. Selain itu, program ini mencegah mahasiswa terjebak pinjaman ilegal.
Ia meminta Undana mengidentifikasi sektor potensial seperti pertanian, peternakan, dan kelautan. Dengan demikian, penyaluran KUR dapat tepat sasaran.
“Kita ingin anak muda memiliki akses modal yang aman dan menjanjikan,” ujarnya.
Rektor Prof. Jefri menyambut positif gagasan tersebut. Ia menyatakan Undana siap mengintegrasikan hilirisasi produk peternakan, kelautan, dan pertanian dalam satu sistem terpadu.
Selain itu, Undana akan memperkuat literasi kewirausahaan mahasiswa. Langkah ini diharapkan melahirkan wirausaha muda berbasis riset.
Bangun Kebanggaan Bertani
Pertemuan itu juga menyoroti menurunnya minat generasi muda di sektor agraris. Fenomena penuaan petani dinilai mengancam keberlanjutan produksi pangan.
Dekan Fakultas Sains dan Teknik Undana, Prof. Philiphi de Rozari, menilai perlu kampanye kreatif untuk menarik Generasi Z. Ia menekankan pentingnya membangun narasi positif tentang profesi petani.
Menurutnya, pertanian harus dipadukan dengan teknologi dan akses modal. Dengan pendekatan itu, sektor agraris bisa kembali diminati anak muda.
Pemprov dan Undana berencana membentuk forum bersama akademisi, praktisi, dan legislatif. Melalui forum ini, setiap riset dan pengabdian masyarakat diarahkan untuk mendukung pembangunan inklusif di NTT. (Sumber: undana.ac.id/Ing/Vip-BF)











