Mahasiswa dari dua kampus besar turun langsung ke perbatasan RI-Timor Leste. Bukan sekadar KKN, mereka membawa misi perubahan untuk masyarakat dan generasi muda Belu.
BEBER FAKTA – Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi mengirim 63 mahasiswa ke wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste di Kabupaten Belu, Senin (22/6/2026).
Sebanyak 33 mahasiswa Undana dan 30 mahasiswa UGM akan menjalankan program KKN Tematik Kolaborasi di Desa Sadi, Tulakadi, dan Dualaus, Kecamatan Tasifeto Timur.
🚀 Satu Tim, Satu Misi untuk Perbatasan
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, meminta seluruh peserta menghapus sekat almamater dan fokus bekerja bersama masyarakat.
Prof. Jefri S. Bale – “Ketika berada di desa, jangan lagi berpikir sebagai mahasiswa Undana ataupun UGM. Hadirlah sebagai satu keluarga yang membawa semangat kolaborasi dan menjadi agen perubahan bagi masyarakat,” tegas Prof. Jefri.
Menurutnya, tantangan di lapangan membutuhkan kerja sama lintas disiplin ilmu, kemampuan beradaptasi, serta solusi nyata bagi persoalan sosial dan ekonomi warga.
🚌 Pemkab Belu Turun Tangan Dukung Mobilisasi
Selain dukungan akademik, program ini juga mendapat bantuan penuh dari Pemerintah Kabupaten Belu.
Kepala LPPM Undana, Prof. Yosep Seran Mau, menjelaskan Pemkab Belu menyediakan tiga unit bus untuk mengangkut seluruh peserta menuju lokasi KKN.
Karena itu, mahasiswa diharapkan menjalankan program kerja yang terukur, relevan, dan berdampak langsung bagi masyarakat perbatasan.
🌏 Perbatasan Jadi Prioritas Strategis
Dosen Pembimbing Lapangan UGM, Dr. Muhammad Sulaiman, menilai kawasan perbatasan menjadi wilayah strategis yang membutuhkan perhatian lebih besar.
Selain menjalankan pengabdian masyarakat, kolaborasi ini juga membuka peluang kerja sama riset dan pengembangan wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste di masa depan.
🎓 Menyalakan Mimpi Anak-Anak Perbatasan
Lebih dari sekadar program kampus, kehadiran mahasiswa Undana dan UGM membawa inspirasi bagi anak-anak Belu.
Selama ini, banyak pelajar di wilayah perbatasan menghadapi keterbatasan akses informasi dan minim figur akademik yang bisa menjadi panutan.
Kini, interaksi langsung dengan mahasiswa dari kampus ternama memberi motivasi baru bagi siswa SD dan SMP untuk berani bermimpi melanjutkan pendidikan tinggi.
KKN kolaborasi ini diharapkan menjadi pemantik perubahan, memperluas wawasan generasi muda, sekaligus membuktikan bahwa kuliah di kampus besar bukan mimpi yang mustahil bagi anak-anak perbatasan. (Sumber: Humas Undana – Alk / Vip – BF)











