Foto: Istimewa
Polri menyita foto keluarga, dokumen, dan telepon genggam saat menggeledah sebuah rumah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, yang diduga berkaitan dengan penyidikan kasus korupsi PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Sebelumnya, penyidik juga menyita 74 kilogram emas batangan serta uang tunai dan valuta asing.

BEBER FAKTA — Penggeledahan berlangsung hingga Kamis (9/7/2026) dini hari. Penyidik masih memeriksa sejumlah barang bukti yang ditemukan, termasuk sebuah brankas besar yang tersembunyi di balik dinding rumah.

📌 Polri Sita Dokumen dan Foto Keluarga

Kepala Kortas Tipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto, mengatakan penyidik menyita sejumlah dokumen, telepon genggam, serta foto keluarga yang diduga milik pemilik rumah dan barang dalam brankas.

Baca juga:Kortas Tipikor Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara Pemicu Blackout di Sumatera

“Kemudian kita juga telah melakukan penyitaan beberapa dokumen-dokumen, termasuk handphone. Kemudian beberapa foto keluarga yang diduga pemilik rumah dan pemilik barang dalam brankas,” kata Totok di Sentul, Bogor, Kamis (9/7/2026) dini hari.

Saat proses berlangsung, petugas terus keluar masuk rumah, sementara personel bersenjata berjaga di sekitar lokasi.

💰 Penggeledahan Serentak di Jakarta Selatan

Sehari sebelumnya, penyidik juga menggeledah Cafe de’Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan. Dari lokasi itu, polisi menyita dokumen, perangkat elektronik, serta uang tunai dalam rupiah dan mata uang asing dengan nilai sekitar Rp60 miliar.

Baca juga:Polri Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete Terkait Dugaan Korupsi PLN, ASABRI, Krakatau Steel

Menurut Totok, uang yang disita terdiri atas SGD 3.130.000, USD 889.965, dan uang tunai Rp259.159.000 yang jika dikonversi bernilai hampir Rp60 miliar.

⚖️ Bagian dari Penyidikan Dugaan Korupsi

Totok menjelaskan penyidikan dilakukan melalui **joint investigation** antara Kortas Tipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Kasus yang diusut meliputi dugaan korupsi pengadaan batu bara PLN yang diduga memicu blackout di Sumatera, dugaan korupsi ASABRI periode 2020–2025, serta dugaan korupsi penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI, anak perusahaan Krakatau Steel.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan penyidikan mencakup dugaan suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang. Menurutnya, rangkaian penggeledahan dilakukan untuk mengumpulkan alat bukti dan menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.

“Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan,” ujar Budi Hermanto.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *