KOTA KUPANG, Berber Fakta – Upacara Ma’somba Tedong dan Ma’pabendan Bate yang dihelat Jumat (30/5/2025) menandai dimulainya rangkaian acara 3 hari Peresmian dan Pentahbisan Gereja Toraja Jemaat Kupang.
Gereja Toraja Jemaat Kupang, dibangun empat tahun lalu, 4 Juni 2017 dengan biaya lebih kurang 6,4 miliar.
Zet Tadung Allo, Ketua Panitia Rangkaian acara dimaksud yang diwawancara beberfakta.web.id, mengatakan, pembangunan gereja yang sesuai dengan adat dan budaya orang Toraja, mereka sangat bersyukur atas selesainya pembangunan Gereja Toraja Jemaat Kupang.
(Nonton penjelasan Ketua Panitia Peresmian dan Pentahbisan Gereja Toraja Jemaat Kupang di: akun Tiktok @beber_fakta)
“Bagi orang Toraja, selesainya pembangunan gereja ini, menandakan rumpun orang Toraja bisa bersatu, dalam menyelesaikan segala tantangan dan masalah di dalam pembangunan Gereja Toraja Jemaat Kupang ini,” kata Zet.
Ia juga mengatakan tanggal 30 Mei 2015 adalah hari pertama dari rangkaian acara Peresmian dan Pentahbisan Gereja Toraja, yang akan dilaksanakan selama 3 hari.
“Hari ini ada dua prosesi dalam pengucapkan syukur budaya orang Toraja, yaitu Ma’somba Tedong dan Ma’pabendan Bate, yang merupakan simbol tertinggi dari perayaan untuk sebuah bangunan, termasuk Tongkonan (Rumah adat Toraja, red),” jelas Zet Tadung Allo.
Ia menambahkan selama tiga hari kedepan akan acara akan diisi dengan tari-tarian dan makan bersama dengan masyarakat, tokoh agama dan gereja.
“Puncak dari acara ini adalah tanggal 6 Juni 2025 yaitu peresmian oleh Gubernur NTT, Melkianus Lakalena dan Pentahbisan oleh Pendeta Alfred Anggui, Ketua Umum Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja,” tambah Zet menutup wawancara. (Pito-BF / Vip)











